Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Beberapa Ekor tertangkap Kamera Dedi Mulyadi, Gunung Sanggabuana Diyakini jadi Habitat Macan Tutul

Seekor macan tutul tertangkap kamera trap tengah berkeliaran disekitar Gunung Sanggabuana Karawang. Foto: Istimewa.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kamera trap menangkap penampakan macan tutul (panthera pardus) di Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya, sejumlah kamera dipasang untuk membuktikan bahwa disekitaran gunung itu masih menjadi habitat bagi harimau dahan tersebut.

Karena rasa penasarannya, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Dedi Mulyadi (Kang DM) pun sengaja membeli beberapa kamera trap untuk mengobati rasa penasarannya dengan kasus yang sempat menghebohkan warga dalam beberapa waktu lalu itu.

Di mana, banyaknya hewan ternak seperti domba milik warga disekitar kaki Gunung Sanggabuana Karawang, mati terkoyak. Warga menduga, macan tutul turun ke pemukiman karena kesulitan mencari makanan di gunung.

Kucing besar itu pun akhirnya turun gunung dan memangsa hewan ternak milik warga. Akibatnya, warga pun meyakini bahwa dombanya telah dimangsa macan tutul yang turun gunung.

Pada waktu itu, warga berinisiatif akan menangkap macan tutul tersebut dengan cara menyiapkan daging domba yang sudah diracun. Namun, upaya itu langsung digagalkan oleh Dedi Mulyadi yang merasa hal tersebut bukan lah langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Gunung Sanggabuana Karawang.

Beberapa ekor macan tutul menampakkan kehadirannya di Gunung Sanggabuana Karawang sebagai habitat alamnya. Foto: Istimewa.

Untuk membuktikannya, Dedi Mulyadi bersama petugas Perhutani memasang beberapa kamera trap disejumlah titik. Hasilnya cukup mencengangkan, seekor macan tutul dewasa jenis betina ini tertangkap kamera.

Penampakan macan tutul yang tertangkap kamera trap itu, terjadi menjelang subuh di salah satu lokasi yang di mana pada waktu siangnya, di lokasi itu banyak aktivitas dari para pemburu madu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Malamnya macan, siangnya para pemburu Odeng (madu) di jalur yang sama. Kemungkinan jumlah macan ini, cukup banyak atau lebih dari satu,” kata Dedi Mulyadi, Minggu (19/09/2021).

Penampakan macan tutul itu tidak hanya malam, salah satu kamera trapnya juga menangkap pergerakan macan tutul dewasa saat di siang hari. Lokasinya berbeda dengan macan tutul yang sebelumnya tertangkap kamera trap menjelang Subuh.

Selain macan, beberapa hewan liar lainnya juga tertangkap kamera, seperti babi hutan dan musang. Dengan adanya hewan liar itu, menandakan bahwa makanan bagi macan tutul masih tersedia di kawasan Gunung Sanggabuana Karawang.

Seekor macan tutul yang tertangkap kamera tengah berkeliaran di siang hari sekitar Gunung Sanggabuana Karawang.Foto: Istimewa.

Dedi pun berharap, kelestarian hutan Gunung Sanggabuana Karawang tetap lestari, termasuk keberadaan sejumlah hewan yang dilindungi juga bisa terjaga. Pembuktian keberadaan macan di Gunung Sanggabuana Karawang ini pun diunggah di kanal YouTube-nya melalui Kang Dedi Mulyadi Channel.

Sementara itu menurut Asper Perhutani BKPH Pangkalan, Ika Cuhaya mengatakan, setelah mendapat laporan warga pihaknya kemudian melakukan penelusuran. Berdasarkan hasil penelusuran itu, pihaknya menduga bahwa ternak mati karena di makan oleh macan tutul.

“Kami memdapat laporan dari sejumlah warga kalau ternak mereka mati. Ada sekitar empat ekor kambing yang ditemukan mati. Dari keterangan warga kami menduga ternak mereka dimakan macan tutul. Dalam beberapa kesempatan memang macan tutul tepergok turun gunung,” kata dia.

Ika Cuhaya mengatakan, sejumlah warga yang melaporkan ternaknya mati dimakan macan tutul terjadi di Blok Cisarongge pada 10 September 2021 lalu. Saat ini, kata dia, pihak BKPH Pangkalan masih terus mengumpulkan sejumlah informasi dari warga yang biasa ke hutan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kita juga memberikan informasi kepada warga agar berhati-hati jika masuk ke hutan. Selain itu kami meminta warga melaporkan jika melihat macan tutul melintas,” pungkasnya. (Boy Lingga).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement