Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Begini Cerita Detik-detik Ditemukannya Peziarah yang Hilang di Gunung Sanggabuana

 

Usai ditemukan dan dievakuasi petugas, Aris Ramdani (17), seorang peziarah yang sempat menghilang di jalur pendakian puncak Gunung Sanggabuana saat mendapat penanganan medis di Puskesmas Tegalwaru.

Karawang, AlexaNews.co.id – Kepala BPBD Kabupaten Karawang, H. Yasin Nasrudin, menceritakan detik-detik petugas gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang peziarah yang dilaporkan hilang di Gunung Sanggabuana, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat.

Dikatakan Yasin, saat mendapat laporan adanya peziarah hilang di jalur pendakian puncak Gunung Sanggabuana, Tim SAR dan petugas gabungan lainnya langsung melakukan proses pencarian terhadap korban sejak Kamis (20/05/2021) malam.

“Dia dilaporkan sudah hilang selama 24jam atau sejak pukul 03.00 WIB, Kamis (20/05/2021) dinihari. Dan syukur Alhamdullilah, pada sekitar pukul 04.30 WIB, Jumat (21/05/2021) kemarin, dia ditemukan petugas dalam keadaan selamat dengan kondisi lemas karena kedinginan,” kata Yasin kepada AlexaNews.co.id melalui sambungan telepon selularnya, Sabtu (22/05/2021).

Diceritakan Yasin, Tim SAR mengetahui keberadannya setelah melihat jejak kaki korban dan terus diikuti jejak tersebut hingga mengarah ke salah satu jurang yang berjarak radius 1.5 kilometer dari lokasi hilangnya korban (tempat kejadian musibah). “Di situlah petugas gabungan mengetahui keradaan korban di tepian jurang sedalam 25 meter,” terangnya.

Berdasarkan laporan resmi yang diterimanya, korban diketahui bernama Aris Ramdani (17) asal warga Dusun Kobak Biru, Desa Karang Mulya II, Kecamatan Teukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Korban mengaku terpeleset hingga terperosok jatuh ke dalam jurang saat akan kembali ke rombongan peziarah lainnya. Akibat terperosok, korban mengalami luka pada kakinya hingga korban susah untuk berjalan,” jelasnya.

Kondisi lemas dan susah untuk berjalan, korban dibawa petugas menggunkan sepeda motor ke lokasi mobil ambulans untuk dilarikan ke Puskesmas Tegalwaru.

Melihat korban yang susah untuk berjalan dan keberadaannya di tepian jurang yang sangat curam di puncak Gunung Sanggabuana, kata Yasin, proses evakuasi terhadapnya berlangsung selama berjam-jam hingga akhirnya dia berhasil dievakuasi petugas ke Pos Register Gunung Sanggabuana.

“Hampir dua jam lebih proses evakuasinya. Tepat sekitar pukul 07.00 WIB atau  Jumat pagi, korban sudah berhasil dievakuasi ke pos register yang berada di kaki gunung tersebut. Selanjutnya, korban dilarikan ke Puskesmas Tegalwaru guna mendapatkan pertolongan pertama dari petugas medis,” katanya.

Korban saat ini, tambah Yasin, telah dibawa pulang oleh keluarganya, meski sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Tegalwaru. “Saat ditemukan dan usai dievakuasi petugas hingga dibawa ke Puskesmas Tegalwaru, korban sekarang sudah dibawa pulang keluarganya,” tambahnya.

Sebelumnya, korban menghilang usai pamit ke rombongan peziarah lainnya untuk buang hajat. Namun, setelah lama ditunggu, ia tak kunjung muncul sehingga rombongan tersebut pun melakukan pencarian terhadapnya. Akan tetapi, upaya pencarian sejak Kamis pagi hingga Kamis sore tersebut, dia tidak juga ditemukan.

Saat itu, kuncen Gunung Sanggabuana, Aef mendengar teriakan dari 13 orang rombongan peziarah yang sedang mencari salah satu peziarah lainnya yang hilang. Usai menghampiri rombongan itu dan mengetahui hal tersebut, Aef bergegas menuruni Gunung Sanggabuana untuk menginformasikan ke warga dan petugas, guna meminta bantuan melakukan proses pencarian orang hilang di jalur pendakian puncak gunung tersebut. (Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement