Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Begini Cerita Korban Diduga Keracunan “Besek” Makanan di Kampung Boneka Cikampek

Kondisi Nurjanah dengan seorang lansia lainnya, masih terlihat lemas dan masih dirawat di UGD Puskesmas Kotabaru usai menjadi korban yang diduga karena keracunan makanan pengajian Muharraman pada Kamis (02/09/2021) kemarin. Foto: Gusti Sevta Gumilar.

KARAWANG, AlexaNews.ID – Puluhan warga di Kampung Boneka Cikampek, Dusun Kampung Baru Timur, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan pengajian.

Dari pantauan AlexaNews.ID, ada 11 warga yang dirawat inap di Puskesmas Kotabaru. Sementara dari informasi yang dihimpun, ada belasan warga lainnya tengah dirawat di tempat yang berbeda.

“Ada kurang lebih 60 warga yang ikut pengajian rutin ibu-ibu Majelis Ta’lim Nurul Huda yang tengah memperingati perayaan Muharaman. Setahu saya, ada juga warga yang dirawat disejumlah rumah sakit (RS) seperti di RS Izza Cikampek, RS Sentul Cikampek, RS Abdul Razak Purwakarta, dan Klinik Safira,” terang Nurjanah (40), seorang warga yang sedang mendapatkan perawatan secara intensif di Puskesmas Kotabaru, saat diwawancarai sejumlah awak media, Sabtu (04/09/2021) sore.

Diceritakan Nurjanah, peristiwa itu terjadi usai ia bersama seluruh ibu-ibu pengajian memakan makanan nasi kotak di pengajian Muharaman, pada Kamis (02/09/2021) kemarin. Namun setelah memakan makanan tersebut, Nurjanah merasakan sakit perut, pusing dan mual kemudian tidak berselang lama, hanya dalam beberapa jam setelah perawatan di rumah, lalu ia dibawa ke Puskesmas Kotabaru.

“Jadi kejadiannya seperti itu, pas sudah makan makanan dari pengajian Muharaman waktu Kamis malam kemarin, terus saya makan nasi sama lauk pauknya di rumah sekira jam 2 dini hari. Setelah sejam, saya merasakan sakit perut sama mual, dan ingin buang air besar terus menerus hingga sempat dirawat di rumah dan malah makin parah, kemudian saya minta untuk langsung dibawa ke Puskesmas saja,” ungkap Nurjanah.

Dikatakannya, makanan nasi kotak atau sebutan istilah bagi orang sunda yaitu “Besek” yang dibagikan, makanannya berupa nasi rames yang dibungkus daun pisang, dan lauk pauknya ada telur, tempe sama sambel. “Jadi saya gak ada curiga kalau makanannya basi atau asem. Soalnya masih baru, terus saya makan aja,” katanya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lanjut Nurjanah menuturkan, setelah mendapat perawatan intensif secara rawat inap di Puskesmas Kotabaru, ia mengaku untuk kondisi terkini sudah membaik, dan tidak merasakan sakit perut, mual-mual, hingga Buang Air Besar (BAB) secara terus menerus.

Kondisi tiga warga Kampung Boneka Cikampek yang masih dirawat di ruang rawat inap UGD Puskesmas Kotabaru, Sabtu (04/09/2021). Foto: Gusti Sevta Gumilar.

Alhamdulillah, sekarang sudah baikan, sudah gak sakit perut lagi. Tapi masih kerasa lemas saja,” ujarnya.

Sementara itu, dari keterangan Kepala UPTD Puskesmas Kotabaru, Sari Ati Astuti mengungkapkan, ada 11 warga yang dirawat inap dan 21 warga rawat jalan di Puskesmas Kotabaru. Menurutnya, dugaan sementara karena keracunan makanan.

“Jadi ada 11 warga yang dirawat inap disini, dan 21 warga juga ada yang rawat jalan ke Puskesmas ini. Untuk gejalanya, hampir semua korban memiliki gejala yang sama seperti mual, muntah, diare (buang air besar), sakit perut, keram perut, dan pusing,” katanya.

Terkait penanganannya, lanjut Sari, pihaknya melakukan pengobatan simptomatik sesuai gejala yang dirasakan para korban.

“Jadi simptomatik, sesuai gejala yang dirasakan oleh korbannya. Sehingga kita berikan obatnya seperti obat anti diare, terus juga cairan oralit untuk warga yang rawat jalan. Secara umum, untuk kondisi para korban yang dirawat inap dan rawat jalan disini sudah bagus. Tapi paling yang lanjut usia (lansia) masih lemas karena sering BAB sehingga merasa sering dehidrasi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam peristiwa puluhan warga Kampung Boneka Cikampek yang diduga menjadi korban keracunan makanan tersebut, salah seorang warga dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirujuk ke RS Abdul Razak Purwakarta. Hal itu dibenarkan Sekretaris Desa (Sekdes) Cikampek Utara, Bayu Rahayu yang ditemui awak media di tempat kejadian perkara (TKP) lokasi pengajian rutin.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Iya benar, dalam musibah ini merenggut satu korban jiwa. Korban bernama ibu Hj. Ipah Casripah (56) warga Cikampek Utara, almarhumah meninggal dunia pada hari Sabtu subuh sekira pukul 05.00WIB di RS Abdul Razak Purwakarta,” jelasnya. (Gusti Djunot/Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Dalam waktu dekat, Sat Reskrim Polres Karawang akan menetapkan tersangka pada kasus keracunan massal di Kampung Boneka Cikampek. Itu dilakukan setelah pihak...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengungkapkan hasil penyebab keracunan massal yang menewaskan tiga orang hingga mengakibatkan puluhan warga...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Wanah, seorang nenek berusia 80 tahun, dinyatakan meninggal dunia di rumahnya di Kampung Baru Timur, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Karawang,...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Arif Fauzan (14), seorang bocah asal warga Dusun Mekarsari, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Karawang menjadi korban meninggal diduga akibat keracunan...

Advertisement