Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Cegah Stunting, Putih Sari ajak Masyarakat Hidup Berencana

Anggota Komisi IX DPR RI asal Dapil Jabar VII, Drg. Putih Sari.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari mengajak seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, untuk selalu hidup berencana. Hal tersebut disampaikan Putih Sari, untuk mencegah dan mengurai tingginya persentase angka stunting di Indonesia yang saat ini mencapai 27,4 persen.

Menurutnya, ada beberapa perencanaan yang bisa dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia yang di antaranya meliputi merencanakan pernikahan, merencanakan punya anak, merencanakan jarak kelahiran anak, hingga merencanakan pendidikan anak.

“Perencanaan ini perlu dilakukan supaya membentuk keluarga-keluarga yang baik kedepannya,” ungkap Putih Sari kepada AlexaNews.co.id melalui sambungan telepon selularnya, Jumat (15/10/2021) pagi.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kata dia, angka stunting di Indonesia saat ini masih tinggi dan mencapai 27,4 persen sehingga bisa membahayakan masa depan bangsa dan Negara ini.

“Stunting bukan hanya karena asupan gizi yang kurang, tapi juga dipengaruhi oleh pola asuh yang salah dalam menjaga tumbuh kembang anak. Idealnya, asupan gizi dan pola asuh dilakukan orang tua, mulai dari anak dalam kandungan hingga anak usia dua tahun,” imbau wakil rakyat Senayan asal Dapil Jabar VII.

Ia juga memaparkan, perencanaan dalam memiliki anak pun harus di perhatikan dengan sangat jelas. “Selain itu jarak memiliki anak ke dua juga harus diperhatikan, minimalnya itu lima tahun. Supaya orang tua dari si anak tersebut, bisa memberikan waktu untuk memperhatikan tumbuh kembang si anak,” tuturnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menekankan untuk menjaga jarak kelahiran, serta menjaga pola asuh anak. Sebab menurutnya, hal itu merupakan salah satu upaya untuk menghindari anak mengalami stunting.

“Stunting ini mempengaruhi intelektualitas, perkembangan otak, dan tidak hanya dilihat secara fisik, tapi juga dilihat kecerdasannya. Kalau kecerdasannya sudah terganggu, otomatis kedepannya pada saat dia sekolah nantinya tidak akan maksimal, tidak berprestasi, sulit bersaing, dan tidak bisa berkompetisi dengan yang lainnya. Jadi ini yang harus dipersiapkan benar-benar,” imbuhnya.

Terpisah, Penyuluh KB Utama BKKBN RI, Eli Kusnaeli membeberkan bahwa angka stunting di Indonesia, cukup tergolong tinggi. Yaitu dari 100 bayi yang lahir, 27 di antaranya mengalami stunting.

“Berapa jumlahnya seluruh Indonesia yang stunting saat ini, dari 100, 27 lahirnya stunting atau pendek. Ada yang lahirnya tidak stunting, tapi karena pemberian asupan gizinya tidak betul di dua tahun pertama, menjadi stunting,” ucapnya.

Eli menjelaskan, stunting juga sangat berkaitan dengan kuantitas anak di Indonesia. Ia membandingkan jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang ibu pada tahun 70an, rata-rata 5 sampai 6.

“Kalau dulu tahun 70an di Indonesia, rata-rata anak yang dilahirkan seorang ibu itu 5-6, tapi sekarang rata-ratanya 2,4, dan di Purwakarta angkanya 2,38, jadi sama dengan angka nasional. Itu karena apa, karena keberhasilan kita semua untuk mengatur jarak kelahiran,” jelas dia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Nah sekarang aspek kualitas, satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas yaitu dengan menurunkan angka stunting, tadi disebutkan 27 persen, kita punya target tahun 2024 paling banyak hanya 14 persen saja, kalau bisa lebih kecil lagi ya bagus,” tambahnya. (Boy/Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Daerah

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Meski kembali dibukanya rekrutmen CASN P3K tahun 2021 secara umum oleh BKKBN RI, namun perekrutan tersebut dinilai gagal dalam memenuhi kebutuhan quota...

Advertisement