Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Cellica Ragukan Pernyataan Wapres, ACW Beberkan Penyebab Kemiskinan Ekstrem di Karawang

Direktur Alexa Corruption Watch (ACW), Ferry Alexi Dharmawan. Foto: Doc.AlexaNews2021.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Ekonomi adalah barometer pemerintah dalam menentukan garis kemiskinan. Adanya kesenjangan dalam garis kemiskiman, tentunya bisa juga disebabkan oleh gagalnya perkembangan ekonomi yang direncakan oleh pemerintah. Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Alexa Corruption Watch (ACW), Ferry Alexi Dharmawan atau akrab disapa Jambul Merah dalam keterangan resminya di kantor berita redaksi AlexaNews.co.id, Senin (04/10/2021) siang.

Menurut dia, RPJMD yang sudah dibuat oleh Cellica-Aep, sudah sangat pro terhadap rakyat dalam hal mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Akan tetapi, sambungnya, hal itu sepertinya tidak mampu dicerna dengan baik oleh para pembantunya, salah satunya di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang dan Dinas Koperasi UMKM Karawang.

“Disnakertrans gagal total dalam menciptakan lapangan pekerjaan di kota industri ini, hampir tidak ada upaya yg inovatif, monoton dan ortodok. Masih menjamurnya pungutan liar (pungli) yang sebenarnya bisa diselesaikan antara sinergitas Disnakertrans dengan APH (aparat penegak hukum) pun tidak dilakukan,” ungkap FAD.

Lebih jauh ia menyampaikan, menurutnya Dinkop UMKM lebih parah lagi, karena sudah tahu sektor yg paling terdampak pada saat pandemi adalah UMKM tetapi tidak ada terobosan inovatif yang real dan kreatif dalam mengangkat UMKM di masa pandemi Covid-19.

“Kasihan Cellica-Aep, dua pembantunya di sektor ini lemah, gak bisa ngangkat program kerja mereka dalam mengentaskan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karawang. Sebaiknya dicopot saja kepala dinasnya, adakan lelang jabatan dan ganti dengan yang lebih profesional dibidangnya,” tandasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seperti diketahui, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana meragukan pernyataan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin yang menyatakan daerahnya masuk dalam lima besar daerah di Jawa Barat dengan tingkat angka kemiskinan ekstrem.

“Aku mau tahu dulu data BPS (Badan Pusat Statistik) ini benar apa tidak?. Konon katanya, sekitar 4 koma sekian warga Karawang masuk ke tingkat kemiskinan ekstrem,” kata Cellica di Karawang, Jumat (01/10/2021) kemarin.

Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana.

Ia mengaku akan menggelar rapat bersama dengan para kepala desa seluruh Karawang yang warganya masuk dalam kemiskinan ekstrem tersebut. Sebab ada data dari BPS yang menyebutkan 25 desa yang terindikasi sebagian warganya memiliki tingkat kemiskinan yang ekstrem.

Menurutnya indikator kemiskinan ekstrem itu sejatinya bisa dilihat dari sejumlah indikator seperti lulusan sekolah, tidak punya tempat tinggal, dan lainnya.

“Pada prinsipnya permasalahan kemiskinan ekstrem ini harus dibereskan. Sebenarnya program-program kesejahteraan sosial ini banyak, tapi masalahnya tepat atau tidak programnya. Intinya kita akan validasi dulu data dari pemerintah pusat itu, baru kita reposisi anggaran sebab banyak program kita juga untuk kesejahteraan sosial mulai dari UMKM, Rutilahu, program Karawang Cerdas, program Karawang sehat,” katanya

Sebagai informasi, pada Rabu (29/09/2021), Wapres Ma’ruf Amin memimpin rapat kerja terkait penyelesaian kemiskinan ekstrem di lima kabupaten, yakni Cianjur, Bandung, Kuningan, Indramayu dan Karawang, di Kantor Gubernur Jabar, Bandung.

Rincian angka penduduk miskin ekstrem di lima kabupaten tersebut ialah 90.480 jiwa di Kabupaten Cianjur, 93.480 jiwa di Kabupaten Bandung, 69.090 jiwa di Kabupaten Kuningan, 106.690 jiwa di Kabupaten Indramayu dan 106.780 jiwa di Kabupaten Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kepala BPS Karawang Budi Cahyono sebelumnya menyampaikan jumlah penduduk miskin atau masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan di Karawang, Jawa Barat mengalami peningkatan hingga 8,26 persen selama pandemi Covid-19.

“Dilihat dari grafiknya, jumlah penduduk miskin di Karawang pada 2020 meningkat dibandingkan setahun sebelumnya,” kata dia yang salah satunya dipicu rendahnya daya beli masyarakat di masa pandemi.

Jika dipersentasekan, penambahan jumlah penduduk miskin dari tahun 2019 ke tahun 2020 mencapai 8,26 persen. Dengan jumlah penduduk miskin di Karawang yang mencapai lebih dari 195 ribu jiwa, kata Budi, maka penduduk miskin di Karawang menjadi yang tertinggi ketujuh di Jawa Barat.

“Dari data yang ada, jumlah penduduk miskin di Karawang itu tertinggi ketujuh dari 27 kabupaten/kota, dan menyumbang 4,98 persen dari jumlah total penduduk miskin se-Jabar yang mencapai 3,92 juta per Maret 2020 lalu,” katanya. (Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, Budi Cahyono mengklarifikasi soal ungkapan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dan Direktur Alexa Corruption...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Direktur Alexa Corruption Watch (ACW), Ferry Alexi Dharmawan memastikan bahwa tidak seharusnya Kabupaten Karawang masuk dalam daftar 5 kabupaten/kota se-Jawa Barat...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Terhitung sejak akhir 2018 lalu, proyek Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) serta Pembangunan Gedung Kuliah Bersama G5 dan Laboratorium Komputer di...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Terkait dengan kasus korupsi proyek pembangunan Damparit yang dilakukan instansi pemerintahan di Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karawang saat mengelola bantuan Dana...

Advertisement