Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Demi Kejar Target, Perusahaan Manufaktur di Karawang Berani Langgar aturan PPKM Darurat

Karawang, AlexaNews.co.id – Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Manufaktur di kawasan industri KIM (Karawang Industri Mitra), Kabupaten Karawang, secara terang-terangan berani melanggar aturan PPKM Darurat lantaran memperkerjakan semua karyawannya dalam satu shift hanya demi mengejar target produksi.

Terungkapnya pelanggaran tersebut, ketika Satgas Covid-19 Karawang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke salah satu perusahaan bonafit di pabrikan Manufaktur asal Jepang berinisial HPM yang berlokasi di kawasan industri KIM (Karawang Industri Mitra), Karawang, Kamis (08/07/2021).

Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo mengatakan, saat menerima laporan masyarakat yang menyebutkan sebuah perusahaan Manufaktur di kawasan industri KIM masih tetap beroperasi penuh tanpa mengindahkan aturan PPKM Darurat hingga pihaknya melakukan sidak ke perusahaan itu.

“Kami lakukan sidak tersebut, bermula dari laporan masyarakat jika perusahaan Manufaktur tersebut tetap Full produksi meski sedang PPKM Darurat. Setelah dilakukan sidak, ternyata informasi tersebut benar adanya,” kata Medi kepada wartawan.

Hal tersebut, lanjut dia, jelas melanggar aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang tercantum dalam Instruksi Mendagri No. 18/2021, Perda Jabar No. 5/2021, dan Surat Edaran Bupati Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Ini jelas melanggar Instruksi Mendagri, Perda Jabar, maupun SE Bupati,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas Covid-19 Karawang, Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo.

Untuk diketahui bersama, dalam aturan PPKM Darurat terkait ketentuan industri essential menyebutkan, karyawan bagian produksi hanya 50 persen yang dipekerjakan. Sedangkan karyawan bagian staf atau perkantoran, hanya 10 persen yang boleh bekerja (selebihnya diberlakukan kebijakan Work From Home atau WFH).

Namun, kata Medi, kenyataan yang terungkap saat Satgas Covid-19 Karawang yang dipimpin Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana bersama Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra, dan Kajari Karawang, Hj. Rohayatie ini, mendapati ribuan karyawan tengah bekerja di bagian produksi dalam satu shift bersamaan.

Setelah dilakukan pendalaman, sambung Medi, perusahaan tersebut juga belum memenuhi standar protokol kesehatan (SOP) Covid-19 seperti halnya di lokasi makan atau kantin yang tidak menerapkan jaga jarak sehingga rawan menimbulkan kerumunan.

“Mereka juga belum mempunyai struktur Satgas penanganan Covid-19 perusahaan sesuai surat edaran, namun hanya memfungsikan bagian staf fungsional perusahaan untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara Perwakilan perusahaan yang menjabat HRD, Gilang mengatakan, selama ini sudah melakukan alur penanganan pencegahan Covid-19 dengan baik dan maksimal. Bahkan jika ditemukan ada karyawannya yang bergejala, pihaknya langsung melakukan tindakan dengan menggelar rapid test antigen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Jika hasilnya negatif, karyawan akan kami istirahatkan selama 5 hari dan setelah itu kembali dilakukan tes antigen. Jika positif, langsung diarahkan untuk isolasi. Selama isolasi, perusahaan membantu memberikan pelayanan maksimal seperti memberikan vitamin dan kebutuhan lainnya,” kata Gilang.

Menurut Gilang, apabila ada karyawannya yang bergejala berat dan hasilnya positif, maka langsung diisolasi dan tidak masuk kerja selama 14 hari (isolasi) serta dilakukan tracing.

Bagi karyawan yang isolasi tersebut, tambah dia, perusahaan akan tetap membayarkan gaji penuh layaknya karyawan tersebut masuk kerja meski sedang isolasi juga.

“Sampai saat ini, jumlah kasus terkonfirmasi positif di perusahaan kami ada 536 orang (termasuk) yang melakukan isolasi mandiri di rumah, di hotel, dan ada pula dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Meski demikian, belum diketahui sanksi atau denda seperti apa yang akan diberikan Satgas Covid-19 Karawang kepada pihak perusahaan bonafit kelas nasional tersebut karena melanggar aturan PPKM Darurat secara terang-terangan itu. (Gusti Djunot/Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Peraturan Daerah (Perda) Pengendalian, Pengawasan, dan Pembatasan Peredaran Minuman Beralkohol, akan diterbitkan di Kabupaten Karawang. Hal tersebut diungkapkan Dedi Rustandi selaku Wakil...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Sesuai dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021, status Kabupaten Karawang kembali berada dalam zona kabupaten/kota yang melaksanakan...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono memastikan, bahwa pihaknya tetap akan melakukan proses hukum terhadap enam pelajar yang terlibat aksi tawuran dengan...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, Budi Cahyono mengklarifikasi soal ungkapan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dan Direktur Alexa Corruption...

Advertisement