Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Daerah

Demontrasi di DPRD Karawang, Pasukan Oranye Ancam Mogok Kerja Jika…

Karawang, AlexaNews.co.id – Ratusan petugas kebersihan berseragam oranye di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa (unras) guna menuntut upah layak dan tunjangan kesehatan serta keselamatan kerja yang memadai. Demontrasi yang berlangsung di depan kantor DPRD Kabupaten Karawang kemudian diterima dengan baik oleh Komisi III DPRD Karawang, Senin (07/06/2021).

Pasukan oranye itu dipersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Hearing bersama wakil rakyatnya tersebut, juga didampingi langsung oleh Direktur LBH Cakra, Hilman Tamimi.

“Pasukan oranye ini, mau bagaimanapun merupakan sosok pelopor kebersihan di Kabupaten Karawag. Namun, tingkat kesejahteraan untuk pasukan oranye di Karawang dinilai sangat jauh dari kata layak,” ungkap Hilman saat menyampaikan aspirasi ratusan petugas kebersihan terhadap wakil rakyatnya.

Hilman menyebut, adapun upah yang diterima mereka selama ini sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer (petugas kebersihan, red) di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, dianggap sangat tidak sebanding dengan tugasnya sebagai pasukan yang menjaga kebersihan di Karawang.

“Tiap Bulannya, selama ini mereka menerima upah tidak layak sekitar Rp. 1.800.000., untuk supir truck pengangkut sampah. Sedangkan untuk petugas pemuat sampah, mereka mendapat upah sekitar Rp. 1.600.000. Artinya, setiap harinya mereka hanya mendapat honor sebagai THL kebersihan, sekitar Rp. 64.000  dan Rp. 60.000 per harinya,” jelasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam aksinya, kata Hilman, mayoritas dilakukan oleh ratusan pasukan oranye yang bertugas sebagai sopir truck pengangkut dan pemuat sampah setiap waktunya di Karawang. “Bagaimana mereka mau bekerja dengan cepat dan gesit, jika kesejahteraannya pun masih tidak layak,” cetusnya.

Selain itu, pasukan oranye juga mengancam akan melakukan aksi mogok kerja jika tuntutannya tersebut tidak terpenuhi untuk diperhatikan dengan lebih baik lagi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

“Jangan sampai mereka melakukan aksi mogok kerja karena aspirasinya yang tidak dipenuhi oleh pemerintah. Mengingat dampak yang akan ditimbulkan jika mereka mogok kerja, pasti akan menimbulkan sejumlah penyakit ditengah maraknya DBD dan tentunya akan menuai protes dari masyarakat luas juga,” tegasnya.

Atas hal tersebut, sambungnya,  upah yang layak menjadi sebuah keharusan bagi THL kebersihan sampah yang harus diberikan oleh pemerintah. “Hargai jerih payah mereka yang membuat Karawang menjadi bersih dari sampah. Tugas mereka cukup mulia, beri mereka penghargaan dengan upah yang layak,” kata dia.

Terkait hasil Hearing dengan Komisi III DPRD Karawang, Hilman membeberkan bahwa para wakil rakyat di Karawang berjanji akan membahas tuntutan kenaikan honor THL kebersihan dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar).

“Selain itu, pihak DPRD akan mengundang DLHK Karawang untuk melakukan rapat dengar pendapat,” tambahnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara itu,  dibeberkan Koordinator THL Kebersihan, Endang (33) menyebutkan bahwa supir truck sampah dan pemuat sampah hanya mendapatkan tunjangan kematian saja.

“Tidak ada uang makan, tidak ada jaminan kesehatan, bahkan saat hari raya Idul Fitri kemarin juga kami tidak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Honor yang selama ini diterima, kami rasa sangat kecil dan sangat tidak layak,” kata Endang.

Adapun masa bakti kerja dari para THL kebersihan sampah yang sudah mencapai 25 tahun ini, kata Endang, kebanyakan sudah bekerja selama puluhan tahun sebagai pasukan oranye.

Karenanya, Endang mengingat APBD Karawang yang mencapai Rp 4 Triliun lebih, sudah sewajarnya para petugas kebersihan mendapat honor setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang.

“Jumlah THL kebersihan sampah di Karawang, mencapai 455 orang. Kami meminta kepada DPRD Karawang untuk memperjuangkan nasib kami yang sepatutnya para THL kebersihan, mendapat honor layak setara UMK Karawang,” harapnya. (Gusti Djunot/Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement