Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Dianggap Pemborosan Anggaran karena Jadi Tempat Parkir Liar, Jalur Sepeda di Karawang Tuai Kritikan

Uji coba jalur sepeda di Jalan Ahmad Yani Karawang dapat sorotan pemerhati pemerintahan, Alex Safri Winando, SH, MH,. Foto: Rizqi Ramdani.

Karawang, AlexaNews.co.id – Meski terus menuai polemik dari berbagai kalangan masyarakat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang tetap tak bergeming dengan kritikan yang ditujukan terhadap pihaknya terkait pengadaan jalur khusus sepeda, dianggap sebagai pemborosan anggaran di tengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Karawang.

Seakan tak menggubris berbagai macam penilaian akan kritikan pedas yang ditujukan terhadap jalur sepeda itu, Kepala Dishub Karawang, Arief Bijaksana Maryugo lebih memilih melakukan uji coba jalur sepeda disepanjang Jalan Ahmad Yani Karawang, Jumat (06/08/2021).

Dalam uji cobanya kali ini, Dishub Karawang bersama puluhan bikers ambil bagian untuk menguji coba lintasan khusus jalur sepeda yang memiliki panjang sejauh 1,7 kilometer.

Pada kesempatan ini, Kadishub Arief lebih memilih memberikan peryataannya tentang pembuatan jalur khusus sepeda di Jalan Ahmad Yani karena menjadi titik ke dua pasca dibuatnya jalur serupa di Jalan Siliwangi Karawang pada tahun lalu.

“Mengingat jalan ini cukup padat arus lalulintas, banyak perkantoran, gedung sekolah dan lainnya, maka kami beri pengamanan ekstra bagi pengguna jalan. Ada 12 titik zebra cross dan 5 titik zona selamat disepanjang jalur sepeda Jalan Ahmad Yani ini,” ungkap Arief.

Arief mengingatkan, disituasi pandemi Covid-19 ini masyarakat pengguna jalur sepeda harus bijak dalam mematuhi protokol kesehatan (Prokes) 5M. Hal ini patut dilakukan siapapun untuk menghindari sebaran Covid-19 di Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baligho atau spanduk sosialiasi “Lajur Khusus Sepeda” sepanjang Jalan Ahmad Yani Karawang. Foto: Ist.

“Gunakan jalur sepeda ini secara bijak, tetap jaga kesehatan dan keselamatan. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya jalur sepeda ini untuk berolahraga tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.

Atas pernyataannya tersebut, langsung menuai kritikan tajam dari pemerhati pemerintahan sekaligus praktisi hukum ternama di Kabupaten Karawang, Alex Safri Winando, SH, MH,.

Menurutnya, dinas terkait dianggap telah menambah rentetan kesan buruk akan citra tentang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang akibat dibuatnya jalur khusus sepeda yang tak bisa tertata dengan baik. Terlebih, pemerintah juga kini tengah fokus menurunkan angka sebaran Covid-19 di Karawang.

“Dengan adanya jalur khusus sepeda, ya sebenarnya saya menganggapnya hal itu baik karena bisa digunakan para pengayuh pedal untuk berolahraga. Namun pihak Dishub tidak melihat sisi lain bahwa pemerintah di Karawang sedang benar-benar fokus menangani Covid-19, meski statusnya telah turun menjadi zona oranye,” sesal dia.

Selain itu, kata Alex, adanya jalur sepeda ini justru mengurangi badan jalan yang tersedia dan peruntukkannya lebih ditujukkan terhadap mobilitas pengguna kendaraan bermotor seperti kendaraan roda empat (R4), roda dua (R2) maupun lebih.

“Seharusnya pemerintah daerah melalui Dishub Karawang ini membuat jalur tersendiri yang lebih aman dari tingginya mobilitas kendaraan di jalan umum seperti di Jalan Ahmad Yani, sudah tahu badan jalan di jalur itu terbatas, malah dikurangi dengan menambah jalur khusus di badan jalan yang sudah ada,” cetusnya.

Seorang petugas Polantas tengah memberikan arahan kepada sejumlah bikers yang ambil bagian dalam uji coba lajur khusus sepeda di Karawang. Foto: Ist.

Oleh karenanya, ia menduga bahwa dalam pembuatan atau pengadaan dua jalur khusus untuk sepeda yang menghabiskan anggaran pemerintah hingga ratusan juta rupiah ini, dinas terkait diduga tidak melakukan pengkajian akan dampak positif maupun negatifnya atas keberadaan jalur tersebut.

“Jalan yang sudah ada, kan memang terbatas karena sempit dan kecil kemudian dikurangi lagi dengan jalur sepeda. Harusnya ini dapat dipertimbangkan lebih matang lagi oleh pemerintah karena jalur sepeda tersebut, secara tak langsung dapat dianggap sebagai jalur yang disediakan pihak kedinasan untuk menyediakan lahan parkir liar di bahu jalan,” tegasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Akibatnya, kata dia, pemandangan tak elok di jalur khusus itupun kini hanya menjadi “Nyinyiran” sejumlah kalangan masyarakat Karawang dianggap lebih berfungsi sebagai tempat parkir liar.

“Benar apa yang menjadi pernyataan salah seorang anggota DPRD Karawang yang menganggap pihak kedinasan terkait, sudah terkesan terburu-buru karena dianggap melakukan pemborosan anggaran di masa pandemi Covid-19,” jelas Alex Safri memaparkan.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintahan Cellica-Aep agar tidak berdiam diri saja dengan melakukan pembiaran terhadap alih fungsi dibuatnya jalur khusus sepeda, namun hanya menjadi sebuah lahan parkir.

“Pemerintahan Cellica-Aep jangan diam saja, seharusnya melakukan teguran kepada dinas terkait, bila perlu lakukan upaya konkrit dalam penyelesaian polemik jalur khusus sepeda ini. Untuk apa jalur sepeda ini dibuat kalau hanya menjadi lahan parkir?. Lebih baik anggarannya digunakan untuk masyarakat yang terpapar Covid-19 atau bisa digunakan untuk penanganan virus Corona di Karawang,” tandasnya. (Rizqi Ramdani/Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Memiliki gaya bicara yang lantang, tegas, tidak bertele-tele, terkadang diselipi dengan kalimat-kalimat guyonan yang akan membuat kelakar setiap lawan bicaranya. Bersikap...

Advertisement