Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Diduga Demi Pencitraan, Amplop Penyaluran BLT-DD di Karawang pakai APBDes? Pemerhati ke DPMD: Tegur itu Kades

Karawang, AlexaNews.co.id – Di tengah penerapan relaksasi PPKM level 4 dan banyak masyarakat terdampak akibat pandemi Covid-19, membuat pemerintah pusat bergerak cepat dengan menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) yang dititipkan melalui beberapa instansi kepemerintahan seperti Pemerintah Daerah (pemda), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hingga Pemerintah Desa (Pemdes).

Adapun penyaluran bantuan yang tengah gencar dikucurkan oleh Pemerintah Pusat saat ini, salah satunya ialah kucuran bantuan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) disetiap wilayah desanya.

Namun, bantuan seperti itu terkadang menimbulkan berbagai polemik yang diperbincangkan oleh kalangan masyarakat. Bahkan tak sedikit juga oknum tidak bertanggungjawab untuk memanfaatkan bantuan ini dengan sejumlah dugaan yang menimbulkan kecurigaan, hingga mengakibatkan terjadinya konflik atau menuai perbincangan panas di tengah kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Meski demikian, hal unik juga kadang terjadi pada bantuan yang disalurkan kepada si penerima manfaat oleh perangkat desa setempat. Seperti halnya yang terjadi dalam penyaluran BLT-DD di Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,  Jawa Barat.

Sebab, penyaluran bantuan tunai yang bernilai Rp 300ribu per KPM-nya ini, disalurkan dengan cara yang tidak seperti pada umumnya. Di Desa Pajaten, penerima manfaat yang menerima BLT-DD tersebut memang disalurkan langsung oleh perangkat desanya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun dalam penyalurannya kepada si penerima manfaat di Desa Pajaten secara Door to Door tersebut, sejumlah uang tunai itu dikemas dengan menggunakan sebuah amplop yang mencantumkan foto berikut dengan nama dari orang nomor satu di desa itu. Yaitu foto dan nama Kepala Desa (Kades) Pajaten, Hj.  Nurheni.

Selain mencantumkan foto dirinya dalam setiap amplop berisikan uang tunai senilai Rp 300ribu sebagai penyaluran BLT-DD, amplop tersebut juga menyertakan sejumlah kalimat di samping foto dirinya itu.

“Hayu Urang Bareng Ngabangun Desa Pajaten (Ayo kita sama-sama membangun Desa Pajaten)., Hj. Nurheni / Bunda Heni (Nama Kades dan sapaan akrabnya). Hatur Nuhun (Terima Kasih).,” tulis beberapa kalimat pada amplop penyaluran BLT-DD di Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Karawang.

Meski jumlah uang nominal pada isi amplop tersebut tak dicantumkan pada amplop termasuk tidak berkurang sepeser pun, namun hal tersebut menimbulkan sejumlah stigma atau pandangan beragam.

Sebab, penyaluran BLT-DD yang dikemas menggunakan amplop yang terjadi di Desa Pajaten ini, dalam penyalurannya tidak mencantumkan nama atau logo dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Saat dikonfirmasi wartawan baru-baru ini, Kades Pajaten, Hj. Nurheni atau Bunda Heni ini berkilah bahwa apa yang dilakukannya itu tidak terikat atau melanggar aturan apapun. Yang terpenting baginya, penyaluran BLT-DD itu disalurkan sesuai dengan jumlah uang nominal dan jumlah KPM-nya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Tidak ada aturan apa-apa, yang penting disalurkan. Dari pihak kecamatan itu, yang penting disalurkan saja. Totalnya ada 150 KPM yang sudah disalurkan dan yang diutamakannya itu, jompo-lansia dari usia 60 tahun ke atas. Itu juga masih ada jompo yang terlewatkan, bahkan setelah pembagian BLT ada yang meninggal sehari sebelum menerima pencairan BLT ini,” cetus dia berkilah.

Ketika disinggung alasan pihaknya tidak mencantumkan sumber anggaran dari bantuan itu, terlebih tidak menyertakan logo Kemendes PDTT, melainkan hanya mencantumkan foto dirinya tersebut. Heni menjawab bahwa hal itu hanya inisiatif pribadinya saja.

“Hanya inisiatif sendiri. Kalau dari dana saya pribadi, saya gak pakai seragam. Terpenting tidak ada potongan sama sekali untuk warga yang berhak menerima BLT-DD,” jawab ia dengan cetus lagi.

Meski tidak ada aturan yang melarang perihal inisiatif dirinya itu, namun jawaban ia terkesan mengakui bahwa amplop yang mencantumkan foto beserta namanya berikut dengan sejumlah tulisan motivasi, tetapi diakui dia bahwa penggunaan pada inisiatifnya itu bersumber menggunakan anggaran pemerintahan di desanya. Di mana artinya, pihaknya terkesan telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai pimpinan di desa yang ia pimpin itu.

Atas pernyataannya itu, membuat seorang tokoh pemuda yang kerap menjadi pemerhati pemerintahan di Kabupaten Karawang yang juga berstatus mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi di Karawang, Deka Kurnia (35) menyesalkan dengan pernyataan dari seorang pemimpin setingkat kepala desa di Desa Pajaten.

“Kalau memang benar hanya sekedar inisiatif pribadinya saja sebagai kades, toh ya pakai anggaran dari kantong pribadi dong ibu Kades terhormat. Memang betul apa yang dikatakan kades itu bahwa  tidak ada aturan yang mengikat, akan tetapi jika sudah menggunakan anggaran dari APBDes, itu jelas sudah menyalahi etika sebagai seorang kades,” timpal Deka.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Deka, tambahnya, kades yang baru saja terpilih dan resmi dilantik untuk mengemban amanah jabatan sebagai seorang kepala desa, tak sepatutnya melakukan hal-hal yang dianggapnya kurang bermanfaat.

“Seandainya jika di kumulatifkan penggunaan anggaran desa yang dipakai kades itu untuk membeli amplop, tinta printer atau biaya cetak dan hal lainnya setiap kali ada bantuan apapun yang disalurkan pemerintah melalui desa itu, sudah berapa banyak anggaran desa yang terbuang begitu saja?. Alangkah eloknya, anggaran desa yang digunakan untuk kepentingan pencitraan semata itu, dipergunakan lebih baik lagi. Bisa disalurkan untuk membantu jompo yang terlewatkan seperti kata dia (Kades Pajaten, red).,” tegasnya.

“Atas dasar itu juga, saya berharap kepada Dinas PMD (DPMD) Kabupaten Karawang untuk dan harus memberikan teguran kepada itu kades. Sehingga tidak menjadi contoh buruk atas azas manfaat yang dilakukannya sebagai seorang kades,” pungkasnya. (A. Shaleh/Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

Karawang, AlexaNews.co.id – Sekelompok massa yang terdiri dari warga calon penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT), melakukan aksi unjuk rasa (unras) di halaman Kantor...

Berita

Karawang, AlexaNews.co.id – Banyaknya pelanggaran selama aturan PPKM Darurat yang ditemukan di kawasan industri di wilayah Karawang, membuat Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana...

Berita

Karawang, AlexaNews.ID – Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp.KK pada Jumat, (02/07/2021) mengatakan bahwa saat ini...

Berita

Karawang, AlexaNews..co.id – Melonjaknya laju kasus terkonfirmasi virus Corona di Kabupaten Karawang dalam satu pekan terakhir, menjadi penyumbang tertinggi penyebaran COVID-19 di Provinsi Jawa...

Advertisement