Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Diduga Mengandung Racun, Polisi Dalami Kasus Keracunan Massal di Kampung Boneka Cikampek

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana. Foto: Gusti Sevta Gumilar.

KARAWANG, AlexaNews.ID – Guna mengetahui penyebab dari puluhan warga yang diduga alami keracunan massal, Sat Reskrim Polres Karawang terus melakukan pendalaman untuk menyelidiki kasus yang menimpa puluhan warga Kampung Boneka Cikampek di Dusun Kampung Baru Timur, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengungkapkan, pihaknya telah mengambil sample darah, urine, dan muntahan korban keracunan. Bahkan pihaknya juga telah mengambil rekam medis korban yang meninggal dunia, akibat makanan yang diduga mengandung racun itu.

“Sample tersebut telah kita kirimkan ke laboratorium forensik. Kita juga berkoordinasi dengan Puslabfor Polres untuk mengetahui kandungan apa saja yang ada di dalam sample tersebut,” ungkap AKP Oliestha kepada AlexaNews.ID melalui sambungan telepon selularnya, Minggu (05/09/2021).

Adapun yang menjadi kronologis dugaan keracunan makanan tersebut, kata dia, berawal pada Kamis (02/09/2021) siang, di mana saat itu sedang dilaksanakan pengajian rutin ibu-ibu Majlis Taklim di Mushola Nurul Huda Dusun Kampung Baru Timur, RT 02, RW 08, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.

Kondisi Nurjanah dengan seorang lansia lainnya masih terlihat lemas usai menjadi korban diduga keracunan makanan bersama puluhan warga Kampung Boneka Desa Cikampek Utara. Foto: Gusti Sevta Gumilar.

Dalam acara itu, kata Oliestha, dihadiri sekitar 40 orang jamaah dan pihak panitia acara telah menyediakan nasi berkat atau lebih dikenal orang Sunda dengan sebutan Besek, dimasak secara bersama-sama oleh jamaah pengajian tersebut.

“Untuk menu makanannya seperti nasi timbel, telur balado, tempe bacem, botok (lalapan sejenis urap), sambel lalap, dan selada putih. Nasi berkat yang dibawa pulang oleh masing-masing jamaah, rata-rata dikonsumsinya di rumah. Namun pada malam harinya, setelah mengkonsumsi nasi berkat itu, beberapa warga merasa lemas, pusing lalu muntah-muntah. Dan ada yang mengalami diare (BAB) hingga alami sesak nafas,” ungkapnya.

Lebih jauh Oliestha menerangkan, sebagian warga yang mengalami kondisi dugaan keracunan makanan itu langsung mendapatkan perawatan di beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas terdekat. Namun, meski begitu salah satu warga yang berinisial IC dinyatakan meninggal dunia pada hari Sabtu (04/09/2021) subuh sekira pukul 05.00WIB.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Korban meninggal di RS Abdul Razak Purwakarta, korban IC sempat mendapat perawatan di RS Izza Cikampek kemudian dirujuk ke RS Abdul Razak Purwakarta. Namun kondisi korban yang kritis saat itu, nyawa korban tidak sempat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Sabtu subuh sekira pukul 05.00 WIB di RS Abdul Razak Purwakarta. Sementara untuk saat ini sebagian warga yang masih mengalami gejala dugaan keracunan, masih mendapat perawatan di Puskesmas Kotabaru, RS Izza Cikampek dan beberapa Rumah Sakit terdekat,” jelasnya.

Kondisi tiga warga Kampung Boneka Cikampek yang masih dirawat di ruang rawat inap UGD Puskesmas Kotabaru, Sabtu (04/09/2021). Foto: Gusti Sevta Gumilar.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pihak kini mulai diperiksa dan dimintai keterangannya oleh petugas kepolisian. Termasuk melakukan penjemputan dan pemeriksaan terhadap 3 orang yang diketahui sebagai juru masak pada penyajian makanan nasi berkat tersebut.

Berdasarkan pantauan AlexaNews.ID di halaman Mapolsek Kotabaru pada Sabtu siang dan sore hari, petugas kepolisian di Unit Reskrim Polsek Kotabaru bersama Sat Reskrim Polres Karawang, terpantau tengah disibukan dengan melakukan penjemputan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam acara pengajian rutin itu. Mereka dijemput petugas kepolisian untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.

“Saat ini, penanggung jawab, ketua majlis taklim kemudian beberapa orang lainnnya termasuk dengan mereka yang terlibat masak makanan itu, kini sedang diperiksa untuk diminta keterangannya di Polsek Kotabaru. Menurut informasi, mungkin terkait dari mana belanja olahan bumbunya, dan seperti apa cara mengolahnya hingga cara memasaknya, seperti itu mungkin pertanyaan dari pihak kepolisian kepada mereka,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Cikampek Utara, Bayu Rahayu kepada AlexaNews.ID saat ditemui di lokasi pengajian rutin. (Gusti Djunot/Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Dalam waktu dekat, Sat Reskrim Polres Karawang akan menetapkan tersangka pada kasus keracunan massal di Kampung Boneka Cikampek. Itu dilakukan setelah pihak...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengungkapkan hasil penyebab keracunan massal yang menewaskan tiga orang hingga mengakibatkan puluhan warga...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Anggi Rostiana Tarmadi,  menjenguk para korban keracunan massal Kampung Boneka Cikampek. Dalam lawatannya, Anggi melihat...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Wanah, seorang nenek berusia 80 tahun, dinyatakan meninggal dunia di rumahnya di Kampung Baru Timur, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Karawang,...

Advertisement