Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Horor! Sehari Menjabat, Perwira Polisi ini Dikirim Paket Kepala Manusia dan Pesan Ancaman Kematian

Ilustrasi polisi bersenjata lengkap antisipasi teror ancaman dari Kartel Narkoba. Foto: Ist.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Seorang perwira kepolisian, mendapatkan kiriman paket yang berisikan kepala manusia dan sebuah pesan ancaman kematian dari Kartel narkoba pada Rabu (13/10/2021) malam.

Pesan yang disampaikan Kartel narkoba di daratan Benua Amerika bagian selatan itu, merupakan teror ancaman kematian yang ditujukan kepada seorang perwira tinggi bernama Rafael Marquez.

Diketahui, setelah 19 tahun menjadi seorang perwira polisi, ia baru diangkat menjadi Kepala kepolisian di Kota Tijuana, Meksiko.

Kepala manusia dan pesan ancaman itu berada di dalam tas hitam yang ditinggalkan anggota Kartel narkoba di pinggiran jalan Tijuana.

Dilansir dari Daily Star pada Jumat (22/10/2021) malam oleh AlexaNews.co.id di Karawang, Jawa Barat, kepala manusia dan pesan ancaman yang dikirim untuk Rafael itu pun, lantatan Rafael dituding sebagai dalang penculik dari Kartel Sinaloa.

Informasi yang dihimpun, diketahui Kartel Sinaloa merupakan musuh besar dari Kartel Tijuana. Diketahui juga, kota Tijuana sendiri merupakan salah satu dari sepuluh kota paling kejam di dunia dan sebagian besar pertumpahan darah yang kerap terjadi di daerah itu, berasal dari bentrokan antar Kartel narkoba yang bersaing memperebutkan peredaran narkoba di kota tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam perkembangan lebih lanjut, ditemukan lagi dua pesan ancaman kematian yang masih ditujukan kepada Rafael di sekitar kota Tijuana pada malam berikutnya. Namun teror kali ini disertai dengan semacam daging hewan.

Teror ancaman itu, bukan pertama kalinya terjadi pada Rafael. Sebelumnya pada tahun 2017 lalu, sebuah spanduk digantung di sebuah jembatan dan menuding Rafael beserta rekan-rekannya di kepolisian Meksiko, dituding berkolaborasi dengan Kartel Sinaloa.

Ia dituduh membuka jalan bagi Kartel Sinaloa dalam hal pemerasan, pencurian, dan penyalahgunaan wewenang. Namun Rafael tak pernah didakwa atas suatu kejahatan sebagaimana tudingan Kartel Sinaloa terhadapnya, yaitu tentang penyalahgunaan jabatan Rafael sebagai seorang perwira polisi yang korup dan bekerjasama dengan Kartel Tijuana di Meksiko. (Daily Star).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement