Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Kajari Karawang “Cuek” Soal Penonaktifan 9 Jaksa pada Perkara Valencya

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, Martha Paulina Berliana.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Usai viralnya perkara istri omeli suami yang mabuk hingga dituntut 1 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kepala Kejari (Kajari) Karawang Martha Parulina Berliana malah terkesan “cuek” saat dimintai komentarnya tentang sejumlah jaksa yang dinonaktifkan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Bahkan, Martha juga enggan mengomentari persoalan jaksanya yang kini tengah diperiksa Kejagung RI.

“Sebagaimana press release dari Kejagung, kan case ini (sudah) diambilalih. Maka, izin Kejagung lah yang berwenang untuk menjawab,” ujar Martha dengan singkat, Rabu (17/11/2021).

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu dua anak di Kabupaten Karawang ini kerap memarahi suaminya yang pulang dalam keadaan mabuk itu, kasusnya kini jadi viral diberbagai platform media sosial (medsos). Dan sebagai buntut tuntutan hukuman 1 tahun penjara kepada seorang istri bernama Valencya (45), kasus viral tersebut pun sudah diambilalih Kejagung lantaran mendapat sorotan publik nasional.

Adapun ke-9 jaksa pada perkara ini, telah dinonaktifkan dari tugasnya di Kejari Karawang dan Kejati Jabar. Selain dibebastugaskan, 9 jaksa tersebut kini tengah diperiksa oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung RI.

Diketahui, tuntutan jaksa terungkap dalam persidangan kasus Valencya pada Kamis, 11 November 2021. Kejaksaan Agung pun kemudian turun tangan untuk menyelidiki hal ini.

Per Senin (15/11/2021), Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung telah mengeluarkan surat perintah Eksaminasi Khusus terhadap penanganan perkara dengan terdakwa Valencya. Hal ini terungkap dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Pelaksanaan Eksaminasi Khusus telah dilakukan dengan mewawancarai sebanyak 9 (sembilan) orang, baik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kejaksaan Negeri Karawang, serta Jaksa Penuntut Umum (P-16 A),” tulis Leonard dalam siaran persnya tersebut.

Hasil Eksaminasi Khusus juga membuat Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jabar, untuk sementara ini pun ditarik ke Kejaksaan Agung guna memudahkan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI. (Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Belum usainya kasus seorang istri yang sempat dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Karawang...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Viralnya perkara Valencya alias Nengsy Lim yang dituntut 1 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Karawang gegara mengomeli suaminya yang mabuk, menjadi...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Usai adanya pernyataan resmi Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Karawang dan Asisten Pidana Umum...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengambil alih kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis yang dilakukan terdakwa Valencya (45) terhadap suaminya yang mabuk,...

Advertisement