Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Kejagung Periksa Jaksa dalam Kasus Istri Omeli Suami Mabuk

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezen Simanjutak.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung), akan memeriksa para jaksa yang menangani perkara seorang istri di Karawang memarahi suami yang sering mabuk dan berjudi. Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan hasil temuan eksaminasi khusus yang dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana (Umum).

“Oleh karena itu, berdasarkan hasil temuan eksaminasi khusus, maka disimpulkan para jaksa yang menangani perkara ini akan dilakukan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran langsung di kanal YouTube Kejaksaan RI, Senin (15/11/2021).

Leonard mengatakan, pihaknya juga akan menarik Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jawa Barat ke Kejagung. Hal itu dilakukan pihaknya guna memudahkan pemeriksaan oleh Jamwas.

“Khusus terhadap Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, untuk sementara ditarik ke Kejaksaan Agung guna memudahkan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan,” katanya.

Sebelumnya, ibu dua anak bernama Valencya (45) dituntut 1 tahun penjara karena kerap mengomeli suaminya yang mabuk, CYC, asal Taiwan. Hal tersebut terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan Valencya (45) menjadi terdakwa dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) psikis dan dituntut 1 tahun kurungan penjara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Saat dikonfirmasi, JPU Glendy Rivano mengatakan dari hasil pemeriksaan persidangan terdakwa V terbukti menjadi terdakwa terhadap suaminya.

“Jadi kasus ini masuk dalam undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bahwa diperoleh diperoleh fakta-fakta melalui keterangan saksi dan alat bukti bahwa inisial V terbukti jadi terdakwa dengan dijerat Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 5 huruf b,” ungkap Glendy usai persidangan pembacaan tuntutan di PN Karawang, Kamis (11/11/2021) lalu.

Glendy mengatakan suami mengaku diusir dan juga dimarahi dengan kata-kata kasar hingga terganggu psikisnya. “Jadi inisial CYC ini diusir dan dimarahi dengan kata-kata kasar,” katanya.

Adapun kronologi kasus V dan CYC tersebut mencuat berawal pada tahun 2000 V menikahi CYC pria asal Taiwan yang berstatus duda anak 3. Setelah itu V membantu membesarkan ketiga anak dari CYC di Taiwan. Namun di awal pernikahan, V merasa dibohongi oleh CYC yang sebelumnya mengaku tidak memiliki anak.

Setelah itu, mahar emas yang dibawa ke Pontianak untuk meminang V oleh CYC ternyata adalah emas pinjaman dan uang pinjaman sehingga ketika V dibawa menetap ke Taiwan, V harus membayar hutang tersebut.

Selanjutnya, dikatakannya, dari tahun 2000 sampai 2005, V bekerja menjadi buruh tani, buruh pabrik dan berjualan. Dalam pengakuan V, suaminya CYC merupakan seorang alkoholik dan gemar berjudi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kata V, suaminya itu alkoholik dan gemar berjudi, juga hobi bermain perempuan dan istri orang bahkan kata V, suaminya pernah mengakui meniduri saudara sepupu V, dari situlah V merasa dilukai batinnya, dan bahkan pernah mencoba bunuh diri,” ungkapnya.

Setelah pulang ke Karawang, V lalu membuka usaha toko bangunan dan selama 2005 sampai 2016 berusaha membuka toko bangunan. V mengatakan CYC sebagai Warna Negara Asing (WNA) tidak bekerja. “Malah kata V ia menjadi tulang punggung keluarga, dan malah mengongkosi CYC beberapa bulan untuk pulang ke Taiwan,” terangnya.

Setelah itu, tahun 2016, V mempromosikan suaminya untuk jadi warga negara Indonesia (WNI). “Jadi CYC itu sudah resmi jadi WNI sejak 2016 dipromosikan oleh V,” katanya.

Sejak jadi WNI itulah, V dan CYC sering bertengkar bahkan V mengajukan gugatan cerai pada Februari tahun 2018 ke Pengadilan Negeri (PN) Karawang. “April tahun 2018 kemudian dicabut gugatannya karena ada mediasi di kedua belah pihak,” ungkapnya.

Pasca dicabut gugatannya, pada 10 Februari tahun 2019, CYC menelantarkan V hingga 7 bulan dan kemudian, pada September 2019 V kembali menggugat cerai suaminya CYC.

“Dari gugat cerai September 2019 itulah, suaminya CYC melaporkan V dalam kasus pemalsuan surat kendaraan, dan akhirnya pada 2 Januari 2020 putusan PN Karawang menetapkan gugatan cerai diterima dan CYC didenda harus membayar biaya hidup anaknya sebesar 13 juta per bulan serta anak asuh diberikan kepada V, namun diakui V sampai saat ini tidak dibayarkan oleh CYC,” ungkapnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah itu, pada September 2020, CYC melaporkan V ke Polda Jabar atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis dan V menjadi tersangka pada 11 Januari 2021. “Setelah V dilaporkan oleh CYC atas KDRT, V lalu melaporkan balik CYC dengan kasus sama,” ungkapnya. (Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Usai viralnya perkara istri omeli suami yang mabuk hingga dituntut 1 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kepala Kejari...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan eksaminasi khusus atas perkara seorang istri di Kabupaten Karawang, dituntut 1 tahun kurangan penjara lantaran memarahi suaminya...

Advertisement