Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Kepada Presiden Jokowi, Pelaku UMKM di Karawang Ceritakan Pengalamannya Mengurus Perizinan lewat Calo

Dalam peluncuran sistem OSS secara virtual, Yusuf Sofian (kiri) menceritakan pengalamannya dalam mengurus izin usahanya kepada Presiden Joko Widodo. Foto: Ist.

Karawang, AlexaNews.co.id – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. Joko Widodo, meluncurkan sistem Online Single Submission (OSS) Risk Based Approach (RBA) alias berbasis risiko di Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta., Senin (09/08/2021).

Di sela-sela peluncuran tersebut, orang nomor satu di Indonesia ini sempat berdialog dengan para pelaku UMKM yang sudah mencoba layanan tersebut. Salah satunya ialah Yusuf Sofian, pelaku UMKM yang terdaftar sebagai anggota Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Karawang.

Dalam dialognya bersama Presiden Jokowi, Yusuf menjelaskan pengalamannya untuk mendapatkan izin melalui layanan itu. Menurutnya, sistem OSS ini sangat membantu sekali bagi pelaku UMKM yang ingin mendapatkan izin.

“Sistem OSS ini lebih detail dan sederhana. Saya merasa aman, dalam artian sistem perizinan lebih terjamin dan tidak harus dengan perantara. Kecepatan dalam mengurus izin juga hanya 7 menit, enggak sampai 10 menit dan sudah langsung terbit NIB (nomor induk berusaha),” kata Yusuf, saat berbincang dengan Jokowi secara virtual.

Selain menceritakan pengalamannya dalam mengurus legalitas usahanya melalui sistem OSS berbasis risiko, pemilik CV Inti Sarana Nusantara Karawang juga berkesempatan untuk mengenalkan dan memaparkan produk usahanya di bidang pupuk organik. Di mana, Yusuf menjalankan bidang usahanya itu di bilangan Karawang, Jawa Barat.

“Yang pasti ini mempermudah kami bagi para pelaku UMKM di mana perizinan-perizinan itu lebih sederhana. Terus calo, maaf saya jadi bahasanya calo, jadi kita langsung online, langsung dengan mengakses, tidak harus pakai perantara, enggak harus pakai yang lainnya yang di mana kita dibebankan biaya tersendiri gitu terutama kalau di sini ya,” beber Yusuf Sopian.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Usai mendengarkan pengalaman Yusuf mengurus perizinan pada layanan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa sistem OSS berbasis risiko bertujuan untuk meningkatkan transparansi, keterbukaan, dan keterjaminan dalam mendapatkan izin berusaha bagi para pelaku usaha di Indonesia.

Di mana, layanan tersebut dapat memudahkan pelaku usaha dalam mengurus izin usahanya dan berfungsi untuk memangkas perantara atau calo perizinan.

“Terimakasih Pak Yusuf. Sistem OSS ini salah satunya memang bertujuan untuk memutus orang yang ada di tengah-tengah itu (perantara atau calo, red), supaya tidak ada. Jadi pengusaha bisa langsung mengurus dan mendapatkan izin usahanya melalui sistem OSS atau platform yang kita bangun sehingga semuanya bisa terjamin transparansinya,” jelas Jokowi.

Ditegaskan Jokowi, selama pandemi Covid-19 di Indonesia, tidak menghentikan upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural. Berbagai aturan yang menghambat, akan terus dipangkas dan dipermudah.

“Kita ingin iklim usaha di negara kita berubah makin kondusif, memudahkan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah untuk berusaha, meningkatkan kepercayaan investor untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Usai meresmikan peluncuran Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dalam perizinan berusaha, Presiden berharap agar iklim kemudahan berusaha di Indonesia menjadi semakin baik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Hari ini kita meluncurkan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Ini merupakan reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan. Menggunakan layanan perizinan secara online yang terintegrasi, terpadu dengan paradigma perizinan berbasis risiko,” ujar Presiden dalam keterangannya saat memberikan sambutan pada acara peluncuran.

Dalam acara tersebut, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Presiden pun menyaksikan panel statistik harian sistem OSS berbasis risiko yang ditampilkan di lokasi tersebut.

Seperti diketahui, sistem OSS berbasis risiko sendiri merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, aturan turunan dari pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020.

Dalam PP Nomor 5 Tahun 2021 ini, disebutkan bahwa terdapat 1.702 kegiatan usaha yang terdiri atas 1.349 klasifikasi bidang lapangan usaha dan investasi (KBLI) yang siap menggunakan sistem OSS berbasis risiko.

Melalui aplikasi ini, jenis perizinan pun akan disesuaikan dengan risikonya. Perizinan usaha skala besar harus menggunakan izin tertentu, usaha menengah sertifikat standar, sementara usaha kecil cukup mendaftar berupa nomor induk dari usaha.

Informasi yang dihimpun, sistem OSS dapat digunakan di manapun masyarakat berada. Layanan tersebut bisa digunakan selama ada internet dan signal, serta bisa dilakukan dengan menggunakan Laptop, iPad ataupun Handphone. (Rizki Ramdani/Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

JAKARTA, AlexaNews.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD 2021 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Berikut isi...

Berita

Jakarta, AlexaNews.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyoroti adanya kenaikan ekspor komoditas pertanian selama masa pandemi Covid-19. Capaian itu membuat pertanian menjadi salah satu sektor...

Berita

Jakarta, AlexaNews.co.id – Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan bahws Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beserta BUMN (Badan Usaha Milik Negara), merupakan satu bagian...

Berita

  Karawang, AlexaNews.co.id – Setelah mendengar cerita pengalaman seorang pelaku UMKM asal Kabupaten Karawang, langsung diposting Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo di akun...

Advertisement