Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Kuota Calon Penerima BLT-DD Dibatasi, Sekelompok Massa Gerudug Rumah Kades di Karawang

Ilustrasi seorang kepala desa menyalurkan BLT-DD kepada penerima manfaat. Foto: Ist.

Karawang, AlexaNews.co.id – Sekelompok massa yang terdiri dari warga calon penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT), melakukan aksi unjuk rasa (unras) di halaman Kantor Desa Gebang Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang pada Sabtu (24/07/2021) kemarin. Dalam aksi kelompok massa ini, juga berujung dengan menggerudug rumah orang nomor satu di desa itu lantaran t.

Aksi unras sekelompok massa ini, diketahui gara-gara akan menanyakan kejelasan terkait jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sumber anggarannya berasal  dari Dana Desa (DD) di Desa Gebang Jaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang.

Menurut informasi yang diterima pada Senin (26/07/2021), aksi unras dipicu karena sejumlah warga yang pada tahun sebelumnya telah terdaftar sebagai penerima manfaat BLT-DD, namun sebagian besarnya tidak mendapat bantuan tersebut untuk tahun ini.

Adapun data yang diperoleh wartawan, jumlah penerima manfaat dalam BLT-DD di Desa Gebang Jaya pada tahun 2020 kemarin yaitu berjumlah 232 KK. Sedangkan untuk tahun ini, jumlah penerima manfaatnya ada pengurangan yang signifikan hingga 100 KK.

“Kepada pihak terkait agar segera melakukan tindakan soal permasalahan yang terjadi di desa ini. Kami hanya ingin keadilan dan kejujuran saja dari pak Kades (Kepala Desa) Nuryaman,” ungkap salah seorang warga yang mengikuti aksi unras Sabtu kemarin dan meminta identitasnya untuk dirahasiakan.

Oleh karena itu juga, puluhan warga masyarakat di Desa Gebang Jaya yang kini tengah berharap akan mendapatkan BLT-DD tersebut, hingga mereka menduga telah terjadi adanya kecurangan yang dilakukan Kades Gebang Jaya, Nuryaman.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Karena menurut kami, penerima manfaat bantuan pada tahun ini terjadi pengurangan sangat signifikan. Pengurangan penerima manfaatnya hingga mencapai 132 KK dari jumlah 232 KK yang hilang, atau memang diduga telah dihilangkan?.,” tanya warga desa itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Gebang Jaya yakni Nuryaman yang ditemui di ruang kerjanya pada Senin siang, langsung memberikan tanggapannya secara rinci.

“Itukan sudah ada aturannya dalam jumlah kuota yang dibatasi hanya untuk 100 KPM. Kuotanya segitu, ya saya bagikan sesuai dengan prosedurnya yakni 100 KPM tinggal dikalikan Rp300 ribu per KPM. Totalnya itu ialah Rp30 juta,” jelasnya.

Diakui Nuryaman, sebenarnya ia telah menjalankan sejumlah prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku dalam penyaluran BLT-DD. Di mana dalam aturan penerima manfaat dalam bantuan itu kuotanya dibatasi hanya untuk 100 KK (penerima manfaat).

“Kuota dari sananya hanya 100 KK saja, sedangkan jumlah KPM-nya ada 232 KK. Untuk kuota KPM yang dibatasi hanya 100 KK ini, bukan kemauan dari saya dan bukan pula kemauan dari perangkat desa yah bukan. Tapi kalau ditanya kemauan saya apa?, tentu kemauan dari saya mah maunya seluruh KPM dapat kebagian semua,” aku dia mengungkapkan.

Lebih jauh dikatakannya, terkait jumlah kuota penerima manfaat dalam penyaluran BLT-DD ini pun sebelumnya telah dilaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) dengan agenda validasi, finalisasi dan perubahan penetapan data KK calon penerima BLT-DD.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Musdessus juga turut dihadiri oleh BPD, pemerintahan desa (RT, RW, dan Kepala Dusun) Gebang Jaya, BPD, relawan desa lawan Covid-19, pendamping desa, LPM, dan karang taruna. Bahkan disaksikan sejumlah perwakilan dari warga seperti tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh pemuka agama di desa ini untuk mengetahui hal ini,” tegas Nuryaman.

Meski dirinya telah memprediksi bakal terjadinya sebuah unjuk rasa dilakukan sekelompok massa dari pihak calon penerima manfaat yang telah terdaftar sebelumnya hingga 232 KPM itu, namun ia juga menyeselkan atas tindakan warga yang menyasar kediaman pribadinya untuk melakukan unras tersebut.

“Selain di kantor desa, mereka juga datang ke kediaman saya lalu mengetuk-ngetuk pintu hingga ada juga yang menendang-nendang pintu rumah saya. Akibatnya, istri saya syock bahkan anak saya juga sampai ngumpet. Semua keluarga saya pada ketakutan ketika warga berdatangan ke rumah, namun setelah diberikan penjelasan kepada warga yang datang ke rumah kaitan hal itu, akhirnya masa membubarkan diri masing-masing,” katanya. (Ahmad Shaleh/Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

Karawang, AlexaNews.co.id – Di tengah penerapan relaksasi PPKM level 4 dan banyak masyarakat terdampak akibat pandemi Covid-19, membuat pemerintah pusat bergerak cepat dengan menyalurkan...

Berita

Karawang, AlexaNews.co.id – Banyaknya pelanggaran selama aturan PPKM Darurat yang ditemukan di kawasan industri di wilayah Karawang, membuat Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana...

Daerah

Karawang, AlexaNews.co.id – Camat Cibuaya, Arisandi mengapresiasi adanya kunjungan kerja (kunker) dari tiga anggota DPRD Kabupaten Karawang untuk memantau langsung penyaluran dosis vaksin tahap...

Berita

Karawang, AlexaNews.ID – Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp.KK pada Jumat, (02/07/2021) mengatakan bahwa saat ini...

Advertisement