Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

EKONOMI & BISNIS

Masuk Daftar 24 Kantor Pelayanan Pajak Ditutup Permanen, Dua KPP di Karawang Diberhentikan Operasinya?

Karawang, AlexaNews.co.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberhentikan operasi dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Karawang Utara dan Karawang Selatan yang ditutup secara permanen.

Selain di Karawang, DJP juga melakukan hal serupa terhadap 22 KPP diberbagai daerah lainnya. Totalnya, sebanyak 24 KPP resmi diberhentikan dan ditutup secara permanen per 24 Mei 2021.

Adanya penutupan terhadap ke-24 KPP, DJP dalam siaran pers yang dilansir dari situs resminya menyampaikan, sebagai gantinya maka wajib pajak yang terdaftar dan biasa mendapat pelayanan pada KPP yang telah dihentikan operasinya, akan dipindahkan ke KPP yang masih beroperasi sesuai wilayah administrasi tempat wajib pajak yang terdaftar.

“Untuk mengetahui wilayah administrasi baru unit vertikal DJP dapat dilihat melalui https://www.pajak.go.id/wilayah-administrasi,” tulis DJP dalam siaran resminya, Senin (24/05/2021).

Kemudian, terdapat penambahan 18 KPP Madya sehingga wajib pajak yang terdaftar pada beberapa KPP Madya, akan dipindahkan ke KPP Madya yang baru. Wajib pajak yang diadministrasikan pada KPP Madya, ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penutupan 24 KPP dan adanya penambahan 18 KPP Madya tersebut juga sekaligus upaya DJP dalam mereorganisasi instansi vertikalnya.

Adapun penataan organisasi instansi vertikal mulai dari perubahan cara kerja, pembagian beban yang lebih proporsional, perubahan komposisi wajib pajak yang terdaftar pada KPP Madya, serta perubahan struktur organisasi.

“Perubahan komposisi wajib pajak yang terdaftar pada KPP Madya. Menambah jumlah wajib pajak yang diadministrasikan pada KPP Madya, dari yang sebelumnya sekitar 1.000 menjadi 2.000 wajib pajak per kantor atau paling banyak 4.000 wajib pajak dalam satu Kantor Wilayah yang memiliki dua KPP Madya,” jelas DJP.

Sementara itu, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyambut gembira dengan adanya pembentukan 18 KPP Madya tersebut. Dia berharap, target penerimaan negara dari pajak bisa terealisasi.

“Saya menyambut gembira pembentukan KPP Madya tambahan 18 ini namun memang konsekuensi targetnya meningkat. Perbaikan administrasi, kepastian, ini yg terus menerus diperbaiki. Simplifikasi namun tetap akurat dan kredibel. Mudah namun tidak berarti dia compromise. Itu terus kita lakukan,” jelas Sri Mulyani dalam sambutannya secara virtual meresmikan reorganisasi instansi vertikal DJP, Senin (24/05/2021) kemarin. (Rls/Red).

Berikut adalah daftar 24 KPP yang resmi diberhentikan operasinya dan ditutup permanen oleh DJP:

Advertisement. Scroll to continue reading.

1. KPP Pratama Medan Kota
2. KPP Pratama Teluk Betung
3. KPP Pratama Jakarta Gambir Empat
4. KPP Pratama Jakarta Setiabudi Empat
5. KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Empat
6. KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga
7. KPP Pratama Jakarta Sunter
8. KPP Pratama Cikupa
9. KPP Pratama Bandung Kareess
10. KPP Pratama Bekasi Selatan
11. KPP Pratama Purwerejo
12. KPP Pratama Surabaya Simokerto
13. KPP Pratama Jakarta Tamansari Satu
14. KPP Pratama Jakarta Tamansari Dua
15. KPP Pratama Jakarta Cakung Satu
16. KPP Pratama Jakarta Cakung Dua
17. KPP Pratama Karawang Utara
18. KPP Pratama Karawang Selatan

19. KPP Pratama Semarang Tengah Satu
20. KPP Pratama Semarang Tengah Dua
21. KPP Pratama Gresik Utara
22. KPP Pratama Gresik Selatan
23. KPP Pratama Banjarmasin Utara
24. KPP Pratama Banjarmasin Selatan

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement