Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Proses Hukum untuk Pelajar Karawang yang Terlibat Tawuran, Kapolres: Tidak Bisa Ditolerir Lagi

Dihadapan ratusan pelajar, Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono saat memberikan penataran tentang proses hukum untuk anak di bawah umur yang terlibat tindak pidana seperti aksi tawuran dan balap liar. Foto: Istimewa.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono memastikan, bahwa pihaknya tetap akan melakukan proses hukum terhadap enam pelajar yang terlibat aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis gosir (gergaji es balok), yang terjadi di wilayah Kabupaten Karawang belum lama ini. Meski ke enam pelajar masih di bawah umur, Aldi memastikan tetap akan memproses hukum sesuai dengan Undang-Undang (UU) Peradilan Anak.

“Kemarin (para pelajar) tindak kriminal tawuran, sampai sekarang masih kita proses pemberkasannya. Nanti kita kirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang,” kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono dalam keterangan resminya di Makodim 0604 Karawang, Rabu (13/10/2021) kemarin.

Kembali ia menegaskan, bahwa keterlibatan enam pelajar dalam peristiwa tawuran di Kecamatan Cilamaya kemarin, akan diproses secara hukum sesuai UU Peradilan Anak. Sebab menurutnya, tindakan kriminalitas yang dilakukan para pelajar sangat brutal karena menggunakan sajam jenis cerurit dan gergaji es (gosir) hingga melukai korbannya.

Mayoriyas memiliki catatan khusus di sekolahnya, ratusan pelajar tingkat SMP, SMA/SMK se-Karawang dikumpulkan di Makodim 0604 Karawang.

“Kan tindakan mereka sudah tidak bisa ditolerir lagi, makanya akan tetap kita proses anak-anak itu untuk berhadapan dengan hukum agar ada efek jera kedepannya untuk mereka dan para pelajar lainnya,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi tindakan serupa (mengganggu Kamtibmas di Karawang), ia mengerahkan polsek-polsek yang ada di jajaran Polres Karawang agar selalu berkoordinasi dengan camat, danramil dan satgas pelajar untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan kampanye. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi aksi tawuran dan balap liar, atau tindakan yang merugikan banyak pihak lainnya.

“Sekali lagi, kita bakal memproses hukum bagi pelajar yang memang terbukti melakukan aksi tindak pidana. Ini untuk efek jera agar tidak ada lagi jatuh korban akibat melakukan tawuran, balap liar, dan bahkan penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ungkap Aldi saat memberikan pernyataan tegasnya dihadapan ratusan pelajar yang dikumpulkan di Makodim 0604 Karawang.

Selama satu pekan, ratusan pelajar ini akan digembleng untuk mendapat penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, mayoritas ratusan pelajar dari puluhan sekolah tingkat SMP, SMA/SMK se-Karawang yang memiliki catatan khusus di sekolahnya mereka masing-masing, lantaran kerap terlibat dalam sejumlah aksi tawuran.

Karena itu, selama satu pekan kedepan, mereka akan digembleng untuk mendapatkan penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan oleh prajurit-prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kodim 0604 Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Medi Haryo Wibowo mengatakan, adapun tujuan dilakukannya penataran kedisiplinan itu berawal dari hasil koordinasi Muspida Karawang karena melihat situasi terkini saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM), banyak hal-hal terjadi yang tidak diharapkan seperti tawuran, balap liar, dan tindakan lain yang melanggar kedisiplinan sebagai pelajar.

Digemblengnya ratusan pelajar oleh prajurit TNI yang bertugas di Kodim 0604 Karawang, untuk membentuk karakter kedisplinan dan memiliki tanggung jawab mental agar tak merugikan banyak orang.

Advertisement

“Nanti pelajar yang ikut dalam penataran ini, akan mendapatkan pendidikan bela negara. Tak hanya latihan fisik, mereka juga akan mendapatkan latihan lain untuk membentuk mental dan karakter yang bertanggungjawab serta tidak merugikan orang lain,” tegas Medi.

Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana mengatakan, tujuan utama dari penataran kedisiplinan ini untuk membentuk karakter pelajar agar saling menyayangi dan menghindari kegiatan negatif.

“Ini bentuk rasa sayang kami kepada mereka, agar ke depannya mereka bisa menjadi orang yang baik dan tidak merugikan orang lain. Tawuran yang kemarin sampai ada korban, dan ini jangan sampai terjadi lagi kedepannya,” tambah Bupati. (Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Dengan digelarnya Konferensi Wilayah (Konferwil) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di salah satu hotel ternama yang terletak di Jalan Interchange...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Polres Karawang akhirnya menetapkan 5 orang tersangka dari anggota Ormas GMPI dan LSM NKRI yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan terhadap anggota LSM...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Salah satu korban akibat bentrokan antar ormas yang terjadi di depan Hotel Resinda Jalan Interchange Karawang Barat, dinyatakan meninggal dunia pada...

Berita

  KARAWANG, AlexaNews.co.id – Pasca berakhirnya duel panas Derbi Indonesia (El-Clasiconya Indonesia) dengan kemenangan tipis 1-0 yang diraih Persija Jakarta saat menjamu rivalnya Persib...

Advertisement