Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Ragukan Validasi Kemiskinan Ekstrem, Minggu Depan Cellica bakal Singkronisasi Data dengan BPS

Ilustrasi validasi data.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, Budi Cahyono mengungkapkan bahwa data kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karawang dihitung dari 1.040 sampel rumah tangga, dan pendapatan per kapita setiap orangnya.

“Soal data kemiskinan ekstrem kami dari BPS di daerah hanya mengirimkan 1.040 sampel rumah tangga, dan pendapatan per kapita per hari setiap orang, selanjutnya dianalisis oleh provinsi kemudian dihasilkan data itu dari pusat yakni Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” ungkap Budi saat ditemui di kantornya, Rabu (06/10/2021).

Ia menjelaskan, dari pemaparan TNP2K, ada dua kategori kemiskinan di Indonesia, yakni miskin dan miskin ekstrem.

“Jadi perbedaan dua kategori miskin itu dari indikator pendapatan perkapita per harinya itu disesuaikan dengan inflasi yang berlaku, jadi sesuai hasil paparan yang disebutkan miskin ekstrem itu yang memiliki di bawah 1,9 USD atau setara dengan 11 ribu rupiah per harinya,” jelasnya.

Untuk data kemiskinan ekstrem di Karawang sendiri, pihaknya mengakui bahwa hal itu hanya dimiliki oleh TNP2K. “Kami hanya mengumpulkan data, dan hasilnya diolah di pusat,” kilahnya.

Sementara itu, lanjut Budi, dari data yang pernah dipublish BPS Karawang hanya lah data makro yang disampaikan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kalau data yang dipublish oleh kami, hanya statistik dasar secara makro, antara lain data potret sosial-ekonomi Karawang tahun 2020, dihasilkan ada 8,26 persen penduduk Karawang ada di bawah garis kemiskinan atau berjumlah 195,41 ribu jiwa, artinya naik menjadi 21,75 ribu jiwa dari rentang tahun 2019 sampai dengan 2020. Data itu didapatkan dari hitungan pendapatan rata-rata di Karawang, yakni Rp 446,152 per kapita per bulannya, atau dibagi per harinya itu kurang lebih 15 ribu rupiah,” terangnya dengan rinci.

“Dan apakah penduduk yang di bawah garis kemiskinan adalah kemiskinan ekstrem?. Jawabannya bisa saja, tergantung dari inflasi,” katanya menambahkan.

Ilustrasi potret kemiskinan esktrem di Karawang.

Di tempat terpisah, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana mengaku meragukan data dari TNP2K. Karena menurutnya, dari hasil yang didapat dari 25 kepala desa yang disebut terdapat warga miskin ekstrem, mayoritas meragukan data kemiskinan di Kabupaten Karawang tak sebanyak yang disebutkan pemerintah pusat.

“Ada (kemiskinan ekstrem), tapi sebanyak itu,” cetus Cellica dengan singkat.

Berdasarkan data pemerintah pusat, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karawang sebesar 4,51 persen. Jumlah warga yang masuk penduduk miskin ekstrem sebanyak 106.780. Jika dibagi 25, maka masing-masing desa rata-rata warga yang miskin ekstrem ada 4.200.

Untuk memvalidasi data, kata Cellica, seluruh kepala desa (kades) diminta untuk mendata ulang tingkat perekonomian penduduknya.

“Nanti kita sinkronisasikan dengan data BPS di minggu depan, data akan turun minggu depan. Kita belum tahu, yang dimaksud sekian ribu orang itu, mana data cpcl-nya nanti kita sinkronkan dengan data di kita (Pemkab Karawang),” terang dia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jika data tersebut ternyata sinkron, kata dia, maka Pemkab Karawang akan melakukan intervensi ke 25 desa itu. Misalnya bantuan program pengentasan kemiskinan atau bantuan lain.

“Kita sudah membentuk tim khusus agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan. Misalnya, daerah peternakan tidak mungkin diberikan bantuan pertanian,” tegas Cellica.

Meski demikian, bupati 2 periode itu mengaku tak masalah atas data yang menyebut daerahnya masuk dalam peringkat 5 besar kategori kemiskinan ekstrem. Sebab menurutnya, dengan diungkapnya data kemiskinan ekstrem tersebut, menguntungkan 25 desa itu lantaran masyarakatnya menjadi lebih diperhatikan.

Cellica mengungkapkan, tingkat kemiskinan salah satunya karena efek pandemi Covid-19, yakni naik sekitar 0,8 persen. Namun ia menyebut masih terkontrol.

“Ini buat kepentingan daerah, gak ada masalah kalau kami. Justru kita akan memperbaikinya,” tandasnya. (Boy).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Peraturan Daerah (Perda) Pengendalian, Pengawasan, dan Pembatasan Peredaran Minuman Beralkohol, akan diterbitkan di Kabupaten Karawang. Hal tersebut diungkapkan Dedi Rustandi selaku Wakil...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono memastikan, bahwa pihaknya tetap akan melakukan proses hukum terhadap enam pelajar yang terlibat aksi tawuran dengan...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, Budi Cahyono mengklarifikasi soal ungkapan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dan Direktur Alexa Corruption...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Direktur Alexa Corruption Watch (ACW), Ferry Alexi Dharmawan memastikan bahwa tidak seharusnya Kabupaten Karawang masuk dalam daftar 5 kabupaten/kota se-Jawa Barat...

Advertisement