Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Gegara Istri Omeli Suami Mabuk Dituntut 1 Tahun, Kejagung: Jaksa Tak Peka!

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezen Simanjutak.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan eksaminasi khusus atas perkara seorang istri di Kabupaten Karawang, dituntut 1 tahun kurangan penjara lantaran memarahi suaminya saat mabuk. Karenanya, Kejagung menilai jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus ini, dari sebelum sampai penuntutan, dinilai tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan.

“Dari tahap pra penuntutan sampai dengan tahap penuntutan, baik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang maupun dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran langsung di kanal YouTube Kejaksaan RI, Senin (15/11/2021) petang.

Leonard menerangkan, jaksa penuntut umum Kejari Karawang telah empat kali menunda pembacaan tuntutan dengan berbagai alasan kepada majelis hakim. Rencana penuntutan diajukan ke Kejati Jawa Barat pada 28 Oktober, akan tetapi persetujuan tuntutan baru diterima pada 3 November.

“Jaksa penuntut umum pada Kejari Karawang telah melakukan penundaan pembacaan tuntutan pidana sebanyak empat kali dengan menyampaikan alasan kepada majelis hakim dengan alasan rentut belum turun dari Kejati Jabar, padahal rencana tuntutan baru diajukan dari Kepala Kejari Karawang ke Kejati Jabar pada 28 Oktober 2021 dan diterima di Kejati Jabar tanggal 29 Oktober 2021,” kata Leonard.

“Dan persetujuan tuntutan pidana dari Kejati Jabar dengan nota telepon per tanggal 3 November 2021, namun pembacaan tuntutan pidana oleh jaksa penuntut umum pada tanggal 11 November 2021,” sambungnya.

Tak hanya itu, Leonard menyebut para jaksa yang menangani kasus tersebut mengabaikan perintah pimpinan yang tertuang dalam pedoman Nomor 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan Bagi Perempuan dan Anak dalam Perkara Pidana. Para jaksa juga telah mengabaikan pedoman Nomor 3 Tahun 2019 tentang Tuntutan Pidana Perkara Tindak Pidana Umum tertanggal 3 Desember 2019 dan tujuh perintah Jaksa Agung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Yang merupakan norma/kaidah dalam pelaksanaan tugas penanganan perkara atas nama Terdakwa Valencya Alias Nengsy Lim sehingga mengingkari norma/kaidah, hal ini dapat diartikan tidak melaksanakan perintah pimpinan,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Valencya (45) ibu dua anak ini, dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum karena kerap mengomeli suaminya yang mabuk, CYC, asal Taiwan. Hal tersebut terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Karawang.

Dalam pembacaan tuntutan, jaksa penuntut umum mengatakan Valencya menjadi terdakwa dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga psikis dan dituntut 1 tahun kurangan penjara.

Adapun kronologis kasus Valencya dan CYC tersebut mencuat berawal pada tahun 2000 V menikahi CYC pria asal Taiwan yang berstatus duda anak 3. Setelah itu Valencya membantu membesarkan ketiga anak dari CYC di Taiwan.

Namun di awal pernikahan, Valencya merasa dibohongi oleh CYC yang sebelumnya mengaku tidak memiliki anak. Setelah itu, mahar emas yang dibawa ke Pontianak untuk meminang Valencya oleh CYC ternyata adalah emas pinjaman dan uang pinjaman sehingga ketika Valencya dibawa menetap ke Taiwan, Valencya harus membayar hutang tersebut.

Selanjutnya, dikatakannya, dari tahun 2000 sampai 2005, Valencya bekerja menjadi buruh tani, buruh pabrik dan berjualan. Dalam pengakuan Valencya, suaminya CYC seorang alkoholik dan gemar berjudi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah pulang ke Karawang, Valencya lalu membuka usaha toko bangunan dan selama 2005 sampai 2016 berusaha membuka toko bangunan. Valencya mengatakan CYC sebagai warna negara asing (WNA) tidak bekerja.

Setelah itu, pada September 2020, CYC melaporkan Valencya ke Polda Jabar atas kasus kekerasan dalam rumah tangga psikis dan Valencya menjadi tersangka pada 11 Januari 2021. (Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Lili Suhenda, M.Pd Bin M. Saleh, seorang mantan Kepala Sekolah (Kepsek) di SMKN 2 Karawang yang sempat ditetapkan menjadi terdakwa kasus...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Viralnya perkara Valencya alias Nengsy Lim yang dituntut 1 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Karawang gegara mengomeli suaminya yang mabuk, menjadi...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung), akan memeriksa para jaksa yang menangani perkara seorang istri di Karawang memarahi...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Terkait dengan kasus korupsi proyek pembangunan Damparit yang dilakukan instansi pemerintahan di Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karawang saat mengelola bantuan Dana...

Advertisement