Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Hukum & Kriminal

Gunadi Benarkan Soal Laporan Potongan TPP 5%

Karawang, AlexaNews.co.id – Terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang, Rahmat Gunadi mengadukan skandal pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karawang, Selasa (30/3/2021) pekan lalu.

Gunadi membenarkan bahwa dirinya telah membuat pengaduan Laporan Informasi (LI) yang ditujukan kepada Kepala Kejari Karawang Cq Kasi Pidsus.

“Iya memang benar pada pekan lalu, saya sudah membuat LI ke Kejari Karawang. Tapi saya bukan melaporkan seseorang dan sifatnya hanya membuat pengaduan LI terkait pemotongan TPP yang 5% oleh pihak instansi berkaitan ke Kejaksaan Karawang,” jelas Gunadi saat di hubungi melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (06/04/2021).

Akan tetapi, Gunadi juga membantah bahwa dirinya tidak pernah merasa memberikan statement atau di wawancara oleh wartawan dari media manapun terkait skandal laporannya itu.

“Saya tidak pernah merasa membuat pernyataan seperti itu. Dan hingga hari ini saya tidak pernah merilis secara resmi kepada teman-teman wartawan untuk di wawancara oleh media mana pun. Justru saya baru tau soal adanya pemberitaan terkait adanya statement saya itu,” tegasnya.

“Ya betul (soal pengaduan LI Potongan TPP 5% di Kejari Karawang, red). Saya sudah membuat LI di Kejaksaan Karawang,” tegasnya lagi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebelumnya, di kutip dari WartaKota.TribunNews.com, Dana tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Karawang, pada bulan Januari dan Februari 2021, dipotong sebesar 5 persen tanpa pemberitahuan dan persetujuan para ASN.

Pemotongan dana TPP itu dilakukan untuk dana bantuan bagi korban banjir yang sempat terjadi di Karawang.

Tercatat sedikitnya ada 14.000 ASN Pemkab Karawang yang dana TPP-nya dipotong.

Atas hal ini sejumlah aktivis antikorupsi di Karawang dan Jakarta menilai pemotongan dana TPP ASN oleh Pemkab Karawang secara sepihak dapat menyeret pihak-pihak terkait dan Bank BJB Cabang Karawang, sebagai instansi yang melakukan pemotongan TPP.

Sebab, pemotongan itu dilakukan tanpa mekanisme yang jelas dan tidak melalui proses serta payung hukum yang berlaku. Ini jelas bertentangan dengan norma-norma rasa keadilan sebagai warga negara.

Karena hal ini, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang, Rahmat Gubadi mengadukan skandal pemotongan TPP ini ke Kejaksaan Kabupaten Karawang, Selasa (30/3/2021).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pengaduan ditujukan kepada Kepala Kejari Karawang Cq Kasi Pidsus. Perihal Laporan Informasi.

Dalam laporan tersebut, Rahmat Gunadi menyatakan bertindak atas diri sendiri, melaporkan perbuatan melawan hukum atas pemotongan dana TPP secara sepihak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dalam laporan itu, Rahmat Gunadi juga menceritakan pemotongan dana TPP terjadi pada tanggal 25 Maret 2021 terhadap Rek Bank BJB No.0075613849101 sebesar Rp 871.250 atau sebesar 5 persen dari jumlah TPP Gunadi perbulan.

Masih di kutip dari WartaKota.TribunNews.Com, Gunadi mengatakan, pemotongan itu dilakukan pihak BJB secara sepihak dan tanpa sepengetauannya sebagai pemilik rekening.

“Saya tidak tahu ada pemotongan, tiba-tiba saya cek rekening, TPP saya berkurang dipotong 5 persen,” jelasnya.

Tak hanya Gunadi, menurutnya semua pegawai di lingkungan Pemkab Karawang juga mengalami pemotongan TPP dan telah menjadi buah bibir yang viral di kalangan ASN Pemkab Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Jadi bukan hanya saya, semua pegawai di Pemkab Karawang, TPP-nya juga dipotog secara sepihak,” jelasnya.

Gunadi berharap pihak Kejaksaan Karawang segera memanggil oknum-oknum yang bermain dalam pemotongan TPP secara sepihak ini.

“Kami berharap, Kepala Kejaksaan Karawang, sudah seharusnya segera memanggil oknum-oknum dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemotongan TPP ini,” tegasnya. (ALD)

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement