Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Hari Adhyaksa ke-61, Kejari Karawang Tetapkan US sebagai Tersangka Korupsi Proyek Damparit

Karawang, AlexaNews.co.id – Usai sekian lama proses penanganan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipidkor) saat mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pertanian (Distan) Karawang (proyek damparit) di Tahun Anggaran (TA) 2018, secara resmi kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang telah menetapkan seorang mantan pejabat Distan berinisial US (60) sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, Hj. Rohayatie SH, MH., bertepatan dengan dengan peringatan Hari Adhyaksa ke-61 saat menggelar press release kepada awak media di Aula Kejari Karawang, Kamis (22/07/2021).

“Pada tahun 2018 berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan, Kementan RI tentang petunjuk operasional penggunaan DAK LJ.120.12.2017. Dinas Pertanian Karawang mendapatkan bantuan DAK bidang pertanian senilai Rp 9.228.332.000 yang bersumber dari APBN, dan dalam pelaksanaannya ada pungutan liar (pungli),” ungkap Kajari Rohayatie.

Meski demikian, Kajari Rohayatie tidak menjelaskan secara gamblang terkait kasus perkara itu akan dikembangkan lebih lanjut atau tidaknya. Namun belum diketahui pasti juga, dalam kasus perkara yang terjadi di Distan Karawang ini selanjutnya akan menyeret sejumlah nama lainnya.

Tetapi hingga sejauh ini pula, nama seorang pejabat tertinggi dalam instansi Kedinasan Pertanin Kabupaten Karawang itu masih belum tersentuh oleh APH di Kejari Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seperti diketahui bersama, dalam penetapan tersangka pada kasus korupsi proyek damparit (Distan Karawang) sendiri sudah sejak lama ditunggu berbagai lapisan kalangan masyarakat di Kabupaten Karawang lantaran proses pengusutan kasusnya dapat dibilang cukup alot.

Pemeriksaan kasus korupsi proyek damparit yang dimulai sejak tahun 2019 tersebut, dua tahun setelahnya pihak Kejari Karawang mengumumkan secara resmi penetapan nama tersangka.

Meski terbilang alot, Kajari Rohayatie beserta jajarannya ini menemui sejumlah kendala dalam proses pemeriksan kepada sejumlah saksi yang melibatkan ratusan orang. Tidak main-main, jumlah saksi yang mencapai hingga 160 orang ini diperikssa seluruhnya oleh jaksa di Kejari Karawang.

Bahkan pemeriksaan kepada 160 orang saksi yang berasal dari Kelompok Tani, PPL, kepala UPTD, Poktan, Gapoktan, P3A, GP3A hingga sejumlah pejabat di Distan Karawang selama dua tahun ini semuanya telah diperiksa Tim Penyidik dari Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karawang secara marathon.

“Ditemukan perbuatan melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian negara. Petugas penyidik Kejari Karawang, sudah mengumpulkan alat bukti yang membuat terang adanya tindak pidana sehingga hasilnya, tim penyidik menetapkan mantan pejabat Distan, US (60) selaku penanggungjawab DAK parit tahun 2018 sebagai tersangkanya,” jelasnya.

Dalam penetapan tersangka terhadap US (60) ini, lanjut Kajari Rohayatie, telah sesui berdasarkan surat ketetapan tersangka Nomor: 1466-F.2.26-FD.1-07-2021, tanggal 22 juli 2021 yang melanggar UU RI tentang tindak pidana korupsi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Perbuatan tersangka US telah melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 12 huruf e junto pasal 12 ayat 1, 2 dan 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana yang telah di ubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipidkor,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, DAK untuk Distan Karawang pada tahun 2018 itu dikerjakan berupa proyek dam parit alias bendungan kecil yang dibangun di 109 titik hingga tersebar di hampir seluruh kecamatan yang ada di Karawang untuk pembangunan sebuah proyek dengan nilai mencapai Rp 9,5 miliar.

Kegiatan pembangunan dam parit itu juga dilakukan oleh kelompok tani dengan sistem swakelola padat karya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pembangunan dam parit tersebut dilakukan langsung oleh kelompok tani. (Iqi/Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement