Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Vaksin Anak di Karawang Tidak Jelas, DPRD: Kasian Mereka Kena “Prank”

 

Karawang, AlexaNews.co.id – Anggota DPRD Karawang, Natala Sumedha mengaku kecewa dengan program vaksinasi anak yang disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang disejumlah platform media sosial (medsos), ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dan terkesan malah di PHP.

“Kasihan mereka (peserta vaksin) yang dapat jadwal hari ini, khusus untuk kategori anak kena PHP atau di Prank. Padahal anak-anak sangat antusias melihat publikasi alias gembar-gembor yang dilakukan Pemkab Karawang melalui akun resmi Diskominfo soal vaksin,” kata anggota DPRD Karawang Fraksi PDI-Perjuangan, Natala Sumedha, Sabtu (24/07/2021).

Menurutnya, kondisi yang terjadi di lapangan, ternyata tak semanis dengan gembar-gembor Pemkab Karawang di medsos lantaran para peserta vaksin kategori anak yang telah terjadwalkan sebelumnya ini akan menerima vaksinasi di Stadion Singaperbangsa, Karawang. Namun jadwal pelaksanaannya dialihkan.

Karenanya, ia sangat menyesalkan atas kondisi yang tengah terjadi saat ini. Sebab, lanjut Natala menjelaskan, sebelumnya anak-anak sudah rela antre daftar online vaksin sejak sepekan lalu, bahkan mereka sudah mencetak bukti pendaftarannya.

Namun pada Jumat 23 Juli, atau sehari menjelang jadwal pelaksanaan, tempat vaksinasi untuk anak dialihkan. Pada awalnya lokasi vaksinasi anak digelar di Stadion Singaperbangsa pada Sabtu 24 Juli.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Antrian daftar via online sejak minggu lalu sangat banyak, dan mereka para anak sudah print bukti daftarnya. Eh satu hari sebelum pelaksanaan yang rencananya hari ini di Stadion Singaperbangsa, muncul SMS dan WA masuk ke HP mereka masing-masing. Katanya vaksin anak harus sesuai aturan Permenkes, harus di Puskesmas,” jelasnya.

Selain tempatnya yang dialihkan ke Puskesmas, kata Natala, belum disampaikan secara jelas dan konkrit oleh Pemkab Karawang terkait waktu pelaksanaan untuk penerima vaksin kategori anak tersebut.

“Pemberitahuan perubahan tempat dan waktu pelaksanaan yang muncul di SMS dan WhatsApp handphone calon peserta vaksin anak, tidak disertai tindakan konkrit Pemkab Karawang, khususnya Dinas Kesehatan,” kata Natala.

Lebih anehnya lagi, sambung Natala, saat mereka datang ke Puskesmas untuk divaksinasi, petugas malah menolak dengan mengatakan belum siap.

“Di mana hari ini saya coba tanya-tanya ke beberapa puskesmas, dan kebetulan sempat diskusi dengan para orang tua yang antar anaknya. Jawaban para petugas puskesmas sama semuanya, yaitu mereka belum siap dan malah menolak,” beber Natala.

Padahal sehari sebelumnya, bertepatan dengan Hari Anak Nasional pada Jumat (23/07/2021) itu,  kata Natala, Pemkab Karawang melakukan acara seremonial dengan melaunching pembukaan vaksin anak oleh Bupati dan unsur Muspida Karawang di RSUD Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Vaksinasi untuk anak sebelumnya sudah dicanangkan dan seharusnya Dinas Kesehatan tanggap menindaklanjuti program itu. Kalau begini kan muncul pertanyaan, apakah tidak ada komunikasi yang baik antara pelaksana di Stadion Singaperbangsa dengan Dinas Kesehatan serta Diskominfo?,” tanya Natala.

Natala menyampaikan, jika vaksinasi untuk anak diundur hingga Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis pekan depan, itu merupakan jam belajar anak untuk belajar online dari rumah.

“Saya berharap, agar Pemkab Karawang fokus terhadap apa yang telah dipublikasikannya selama ini dan itu harus ditindaklanjuti. Jangan jadikan anak-anak hanya sebagai komoditas pencitraan, tanpa ada tindak lanjut. Kasihan mereka datang ke Puskesmas (untuk vaksinasi) namun kembali ditolak alias Zonk,” ungkapnya.

“Kalau jadwalnya bergeser terus, makanya jangan heran kalau penyelesaian pandemi Covid-19 agak lelet di Kabupaten Karawang,” cetus Natala.

Dikutip dari akun resmi Diskominfo Karawang disejumlah platform medsos, Pemkab Karawang sendiri menargetkan vaksinasi untuk 2000 anak. Vaksinasi anak diluncurkan di RSUD Karawang oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana pada Jumat (23/07/2021).

Bupati Cellica dalam sambutan mengatakan, selain lansia dan usia 18 tahun keatas, anak-anak Karawang usia 12-17 tahun juga harus diberi vaksin untuk menambah kekebalan tubuh terhadap serangan virus corona yang masih cukup rawan hingga saat ini di Karawang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Target kita sebanyak 2000 anak disuntik vaksin. Dan, pelaksanaannya secara serentak pada hari ini, Jumat (23/7) di beberapa tempat,” kata Bupati Cellica dalam keterangan resminya yang dikutip dari laman akun resmi Diskominfo Karawang.

Bupati menambahkan, sejumlah tempat yang dijadikan sentra pelaksanaan vaksinasi yakni RSUD Karawang, 50 Puskesmas, SDN 6 Nagasari Karawang, SMP N 1 Karawang dan SMA N 5 Karawang.

“Selanjutnya vaksinasi bagi anak hanya akan diberikan di puskesmas sesuai dengan tempat tinggal warga peserta vaksinasi,” kata Bupati. (Gusti Djunot/Red).

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Karawang, H. Aep Syaepulloh mengimbau kepada warga agar tidak terpengaruh dan tidak percaya terhadap informasi palsu atau...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.ID – Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh memberikan apresiasinya terhadap peranan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang yang bisa menjembatani komunikasi antara...

Berita

Karawang, AlexaNews.ID – Wabah pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini, tentu menyisakan sejumlah tanggungjawab dari berbagai pihak untuk turut membantu percepatan...

Berita

Karawang, AlexaNews.ID – Dinas Pariwisata, dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, memberikan imbauan bagi seluruh pengelola wisata dan hiburan yang ada di Kabupaten Karawang agar...

Advertisement