Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Polisi Ungkap Pertimbangan Perkara Istri Omeli Suami Mabuk Dituntut 1 Tahun

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago. Foto: Doc.Junot.

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Viralnya perkara Valencya alias Nengsy Lim yang dituntut 1 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Karawang gegara mengomeli suaminya yang mabuk, menjadi perhatian masyarakat. Kasus ini berawal saat Chan Yu Ching, suami dari terdakwa Valencya yang melapor ke Polda Jabar.

Laporan Chan Yu Ching, seorang warga negara asing (WNA) asal Taiwan itu pun diproses oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, persidangan pun digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, terkait proses hukum di kepolisian, ada beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Jabar.

“Kalau tidak salah, yang dilaporkan itu masalah Pasal 45 UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Di mana Pasal 45 ini kan terkait masalah melakukan kekerasan psikis dalam lingkungan rumah tangga,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago kepada AlexaNews.co.id melalui sambungan teleponnya, Rabu (17/11/2021) pagi.

Erdi menyatakan, ada beberapa pertimbangan oleh karenanya kasus tersebut terus berjalan. “Jadi ada pertimbangan penyidik sehingga kasus tersebut berjalan. Kemudian sekarang ini juga perkara ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan tinggi dan sedang dilakukan proses penuntutan oleh kejaksaan tinggi pada sidang pengadilan saat ini,” ujar Erdi.

Disinggung tentang bukti apa yang dikantongi penyidik bahwa terdakwa Valencya melakukan kekerasan psikis itu, Kabid Humas Polda menuturkan, penyidik pasti memiliki petunjuk dan bukti berdasarkan keterangan-keterangan, pemeriksaan saksi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Keterangan siapa pun juga yang ada di situ, yang terkait, baik itu pelapor, terlapor, saksi, dan  ahli. Nah itu dijadikan sebagai resume. Dalam artian untuk meyakinkan penyidik untuk melanjutkan ke tingkat penuntutan,” tutur Kabid Humas

Kemudian ketika disinggung soal Ditreskrimum Polda Jabar pernah melakukan upaya mediasi di antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan, Erdi pun menjawab sudah.

“Sepertinya sudah (dilakukan mediasi) tapi tidak ada kesepakatan atau titik temu, gitu,” tutur Kombes Pol Erdi.

Diketahui, penanganan perkara KDRT dengan terdakwa Valencya ini telah diambil Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung (Kejagung). Sedangkan tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Karawang dan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jabar telah dibebaskantugaskan untuk diperiksa.

Kejagung menilai, JPU dan Aspidum Kejati Jabar tak memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap perkara tersebut. Selain itu, diduga terjadi pelanggaran terhadap pedoman penuntutan. (Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Aksi kawanan perampok bersenjata api (senpi) yang terjadi disebuah perbankan swasta di daerah Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Jumat...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Polres Karawang akhirnya menetapkan 5 orang tersangka dari anggota Ormas GMPI dan LSM NKRI yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan terhadap anggota LSM...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karawang, mengklaim telah berhasil melakukan penyelamatan dan pemulihan uang negara sebesar Rp 14,6 miliar. Klaim pengembalian uang...

Berita

KARAWANG, AlexaNews.co.id – Lili Suhenda, M.Pd Bin M. Saleh, seorang mantan Kepala Sekolah (Kepsek) di SMKN 2 Karawang yang sempat ditetapkan menjadi terdakwa kasus...

Advertisement