Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Hiburan

BMKG Sebut 34 Wilayah di Indonesia Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021

Ilustrasi; Fenomena Gerhana Bulan Total atau ‘Super Blood Moon’ dapat dinikmatii masyarakat di 34 wilayah Indonesia pada Rabu (26/05/2021).

Karawang, AlexaNews.co.id – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, setidaknya ada 34 wilayah di Tanah Air yang bisa dijadikan lokasi untuk melihat proses fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) atau juga dikenal dengan sebutan Super Blood Moon pada Rabu (26/05/2021) mendatang.

Ke-34 wilayah di Tanah Air itu, disebut BMKG sebagai daftar waktu yang akan berlangsungnya fenomena GBT dan bisa disaksikan oleh masyarakat luas di Indonesia.

Dikutip dari laman BMKG, Sub Koordinator Pengumpulan dan Penyebaran Data, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV, R. Jamroni membeberkan terkait waktu kemunculan Gerhana Bulan Total.

“Pada jam 18.46 WIB di wilayah barat indonesia, 19.46 WITA di wilayah Tengah Indonesia, dan jam 20.46 WIT di wilayah Timur. Adapun durasi puncak gerhana tersebut, berlangsung selama 14 menit 30 detik,” ungkap Jamroni yang dikutip dari rilis laman BMKG, Senin (24/05/2021).

Berikut daftar waktu terjadinya GBT 26 Mei 2021 di setiap Ibukota Provinsi yang dikutip dari laman bmkg.go.id :

Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Bengkulu, Jambi, Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta Pusat, Bandung, Semarang, Yogyakarta,  Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjungselor, Denpasar, Mataram, Kupang, Mamuju, Makassar, Palu, Kendari, Gorontalo, Manado, Sofifi, Ambon, Manokwari, dan Jayapura.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fenomena ini, kata Jamroni, dapat diamati langsung tanpa memerlukan alat bantu optik sehingga proses tejadinya Gerhana Bulan Total (GBT) yang dimulai dengan gerhana penumbra pada pukul 15:46:37 WIB, dapat dinikmati oleh masyarakat luas di 34 wilayah Indonesia.

“Adapun kontak terakhir penumbra yang mengakhiri seluruh proses gerhana pada pukul 20:51:16 WIB, atau selama 3 jam 7 menit. Sudah termasuk gerhana pasial dan gerhana total,” terangnya.

Jamroni menjelaskan, fenomena Super Blood Moon ini hanya terjadi saat fase bulan penuh dan mengalami Gerhana Bulan Total (GBT). “Di mana, saat Bumi bergerak di antara Bulan serta Matahari dan berada pada posisi garis lurus. Pada saat bumi bergerak maka bulan akan tertelan bayangan bumi,” katanya.

Lebih lanjut diktakannya, Bulan akan tampak merah karena pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi, Fenomena Super Blood Moon ini adalah akibat dari gelombang cahaya panjang yang datang dari Bumi inilah yang membuat bulan tampak merah.

“Dia (GBT, red) akan semakin merah jika polusi udara, tutupan awan atau ketebalan partikel di atmosfer Bumi yang ditembus cahaya itu semakin besar Fenomena pertama adalah Supermoon,” ungkapnya. (Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement