Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Kenali 7 Fase Terjadinya Gerhana Bulan Total ‘Super Blood Moon’, BMKG: Aman Disaksikan dengan Mata Telanjang

 

Karawang, AlexaNews.co.id – Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono membagikan fase-fase atau proses terjadinya Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada tanggal 26 Mei 2021 mendatang.

“Seluruh proses gerhana sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4), akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik,” ungkap Rahmat Triyono yang dikutip dari laman resmi BMKG, Senin (24/05/2021).

Sedangkan proses gerhana totalnya, kata dia, sejak awal fase total (U2) dengan puncak total hingga akhir fase total (U3), akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.

“Gerhana Bulan Total ini, dapat disaksikan jika kondisi cuaca cerah-berawan. Dan aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang (tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana),” ujar dia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sedangkan pada saat puncak gerhananya, Rahmat mengatakan bahwa di sebagian besar wilayah Indonesia, posisi Bulan dekat dengan horizon di bagian Timur sehingga memungkinkan pengamat untuk dapat mengabadikan kejadian gerhana ini dengan latar depan bangunan yang bersejarah atau ikonis.

“BMKG akan melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 di lokasi-lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan menggunakan teleskop,” tambahnya.

Selain itu, hal Senada juga diungkapkan Sub Koordinator Pengumpulan dan Penyebaran Data, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV, R Jamroni.

Dikatakannya fenomena ini dapat diamati langsung tanpa memerlukan alat bantu optik sehingga proses tejadinya Gerhana Bulan Total (GBT) yang dimulai dengan gerhana penumbra pada pukul 15:46:37 WIB, dapat dinikmati oleh masyarakat luas di 34 wilayah Indonesia.

“Adapun kontak terakhir penumbra yang mengakhiri seluruh proses gerhana pada pukul 20:51:16 WIB, atau selama 3 jam 7 menit. Sudah termasuk gerhana pasial dan gerhana total,” terangnya.

Jamroni menjelaskan, fenomena Super Blood Moon ini hanya terjadi saat fase bulan penuh dan mengalami Gerhana Bulan Total (GBT). “Di mana, saat Bumi bergerak di antara Bulan serta Matahari dan berada pada posisi garis lurus. Pada saat bumi bergerak maka bulan akan tertelan bayangan bumi,” katanya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lebih lanjut diktakannya, Bulan akan tampak merah karena pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi, Fenomena Super Blood Moon ini adalah akibat dari gelombang cahaya panjang yang datang dari Bumi inilah yang membuat bulan tampak merah.

“Dia (GBT, red) akan semakin merah jika polusi udara, tutupan awan atau ketebalan partikel di atmosfer Bumi yang ditembus cahaya itu semakin besar Fenomena pertama adalah Supermoon,” ungkapnya. (Red).

Berikut adalah 7 Fase atau proses terjadinya Gerhana Bulan Total ;

  1. Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.
  2. Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.
  3. Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
  4. Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
  5. Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.
  6. Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
  7. Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB, 21.51.14 WITA, 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement