Connect with us

Hi, what are you looking for?

alexanews.co.id

Berita

Gaduh Pungutan Biaya Kebersihan oleh PDAM, DLHK: Sesuai SK Bupati

Karawang, AlexaNews.co.id – Meski ditengah kegaduhan sejumlah kalangan elemen masyarakat mempertanyakan kaitan persoalan pungutan biaya kebersihan kepada konsumen yang nilainya cukup berbeda-beda, rupanya hal tersebut langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, H. Wawan Setiawan.

Walau belum ada penjelasan resmi dari pihak PERUMDA Tirta Tarum Karawang, Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan menjelaskan, MoU penarikan biaya kebersihan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang dengan PDAM sudah terjadi sejak tahun 1991.

“Namun, waktu itu masih dilakukan Dinas Kebersihan degan besaran nominal retribusi Rp. 1.000,-. Kemudian pada tahun 2012, biaya retribusi uang kebersihan naik menjadi Rp. 3.000,-. Terakhir, pada tahun 2018 naik kembali menjadi Rp. 7.500,-,” ungkap Wawan Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/06/2021).

“Sesuai dengan SK Bupati, PDAM ditunjuk sebagai pemungut retribusi. Dan regulasinya sudah berlangsung selama 30 tahun,” jelas Wawan menegaskan lagi.

Kembali dijelaskan Wawan, penarikan retribusi pungutan sampah yang dilakukan PDAM ini langsung ‘displit’ masuk ke kas daerah. Namun demikian, dari sisi pendapatan tetap dicatat dan digabungkan dengan pendapatan DLHK.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Ibarat pajak kendaraan bermotor, yang mungutnya Samsat, tapi tercatat sebagai pendapatan Bapenda juga,” terangnya.

Dengan retribusi sampah yang besar ini, Wawan berharap, seharusnya anggaran untuk pengelolaan sampah DLHK bisa lebih besar lagi. Karena dari retribusi tahun 2021, DLHK hanya kebagian anggaran Rp 10,1 miliar.

Hal ini tentu tidak sebanding dengan biaya operasional gaji THL, sopir, pengangkut, alat berat hingga BBM truk sampah yang mencapai Rp 28,7 miliar.

“Awal tahun sebenarnya kita sudah menghitung dan mengajukan anggaran. Tapi kan tetap tidak di-acc. Sehingga hari ini untuk biaya pengelolaan sampah kita masih disubsidi pemda,” tandasnya. (Gusti Djunot/Red).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berita Yang Mungkin Anda Sukai

Advertisement